RADARTUBAN – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur resmi menetapkan skema urutan keberangkatan jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi untuk Embarkasi Surabaya.
Penetapan ini menjadi dasar penting dalam rangkaian persiapan penyelenggaraan ibadah haji di wilayah Jawa Timur.
Berdasarkan hasil penyusunan, wilayah kerja (wilker) Malang dijadwalkan mengawali keberangkatan sebagai kloter pertama.
Selanjutnya, keberangkatan akan dilakukan secara bertahap oleh wilayah kerja Madiun, Bojonegoro, Surabaya, Madura, Jember, dan ditutup oleh wilayah kerja Kediri sebagai kloter terakhir.
Baca Juga: Puluhan Tahun Menunggu, 109 Calon Jemaah Haji Memilih untuk Batal ke Tanah Suci
Hasil Rapat Koordinasi Seluruh Wilayah Jawa Timur
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Muh. As’adul Anam, menjelaskan bahwa penetapan urutan kloter tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang melibatkan seluruh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Menurut As’adul, kesepakatan ini tidak hanya menyangkut jadwal keberangkatan, tetapi juga menjadi acuan utama dalam menyusun kesiapan teknis, mulai dari administrasi hingga pelayanan jemaah di daerah.
Pentingnya Sinkronisasi Data Calon Jemaah
Dalam rapat tersebut, As’adul juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi di daerah.
Ia menginstruksikan agar setiap kepala kantor wilayah kerja aktif berkoordinasi dengan imigrasi, dinas kependudukan dan pencatatan sipil, hingga pengadilan negeri.
Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi potensi permasalahan data identitas calon jemaah, seperti perbedaan nama, tanggal lahir, maupun dokumen kependudukan lainnya yang dapat menghambat proses keberangkatan.
Penguatan Kinerja dan Pelayanan Jemaah
As’adul menegaskan bahwa kementerian yang baru dibentuk ini memberikan perhatian serius pada aspek kinerja dan kualitas layanan haji.
Pengawasan dilakukan secara ketat melalui peran Direktorat Jenderal Pengawasan dan Inspektorat Jenderal.
Ia menilai, penetapan urutan kloter bukan sekadar agenda administratif, melainkan fondasi penting untuk memastikan seluruh tahapan persiapan haji berjalan tertib, terukur, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.
Rincian Urutan Wilayah Kerja Keberangkatan
Adapun urutan wilayah kerja keberangkatan jemaah haji Jawa Timur tahun 2026 adalah sebagai berikut:
Wilayah Kerja Malang
Meliputi Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kota Batu, serta Kabupaten dan Kota Malang.
Wilayah Kerja Madiun
Mencakup Kabupaten Ponorogo, Kabupaten dan Kota Madiun, serta Kabupaten Pacitan, Magetan, dan Ngawi.
Wilayah Kerja Bojonegoro
Membawahi Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan.
Wilayah Kerja Surabaya
Terdiri dari Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jombang, serta Kabupaten dan Kota Mojokerto.
Wilayah Kerja Madura
Meliputi Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Wilayah Kerja Jember
Mencakup Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, hingga Lumajang.
Wilayah Kerja Kediri
Menjadi penutup rangkaian keberangkatan, terdiri dari Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Kediri, serta Kabupaten Nganjuk.
Probolinggo Jadi Kloter Pembuka Jawa Timur
Sebagai informasi tambahan, hasil rapat koordinasi menetapkan Kabupaten Probolinggo dari wilayah kerja Malang sebagai kloter perdana yang diberangkatkan dari Jawa Timur.
Kloter pertama dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dan akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 22 April 2026.
Penjadwalan ini diharapkan menjadi acuan awal bagi seluruh daerah dalam mempersiapkan jemaah secara maksimal. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni