Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Sepakati Islah, Muktamar ke-35 NU Digelar Bersama

Siti Rohmah • Jumat, 26 Desember 2025 | 21:05 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

RADARTUBAN - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mencapai kesepakatan islah atau rekonsiliasi setelah menggelar pertemuan yang diprakarsai para masyayikh dan mustasyar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis.

Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut mempertemukan dua pimpinan tertinggi PBNU dalam satu forum dan menandai berakhirnya dinamika internal yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagai jalan tengah, kedua pihak sepakat menyelenggarakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut menjadi solusi terbaik bagi organisasi.

Menurut dia, Muktamar bersama dipandang sebagai mekanisme sah dan bermartabat untuk menjaga keutuhan jam’iyah.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan suasana yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan bersama Rais Aam kami sepakat bahwa Muktamar bersama merupakan jalan terbaik bagi Nahdlatul Ulama,” ujar Yahya Cholil Staquf dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Musyawarah di Lirboyo merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Kubro yang sebelumnya juga digelar di lokasi yang sama.

Para masyayikh menilai persoalan internal PBNU, yang bermula dari perbedaan pandangan terkait pemberhentian Ketua Umum dan dinilai tidak sesuai dengan AD/ART NU, perlu diselesaikan melalui mekanisme rekonsiliasi dan Muktamar yang melibatkan seluruh pihak.

Kesepakatan islah dicapai setelah melalui proses dialog dan pembahasan yang intens, namun tetap dilandasi semangat ukhuwah nahdliyah dan persatuan.

Sejumlah tokoh sentral NU hadir dan berperan sebagai penengah dalam pertemuan tersebut, termasuk Wakil Presiden RI periode 2019–2024 yang juga Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin.

Hadir pula para masyayikh dan kiai sepuh NU yang sejak awal mendorong penyelesaian konflik melalui jalur musyawarah.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, silaturahim di Lirboyo secara resmi mengakhiri konflik internal PBNU.

Kepemimpinan organisasi hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum.

Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk panitia bersama guna mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

“Kesepakatan ini akan kami lanjutkan dengan pembentukan panitia Muktamar. Kita akan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jam’iyah ini secara damai, tertib, dan bermartabat,” ujar Gus Yahya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Muktamar Ke 35 NU #Pengurus Besar Nahdlatul Ulama #Rais Aam #pbnu #islah #Yahya Cholil