RADARTUBAN –Seluruh umat Kristiani menggelar ibadah Misa Natal 2025 dengan penuh khidmat kemarin (25/12).
Peringatan kelahiran Sang Juru selamat ini menjadi puncak perayaan yang menyatukan ribuan jemaat dari berbagai daerah di Tuban dalam doa bersama.
Seperti terlihat di Gereja Katolik Santo Petrus Tuban. Gereja di Jalan Panglima Sudirman ini menggelar serangkaian acara sejak beberapa hari lalu.
Diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban, Pastur Paroki Gereja Katolik Santo Tuban Petrus Romo Stefanus Kholik Kurnaidi menuturkan, rangkaian perayaan pra-Natal sudah berlangsung sejak 14 Desember lalu.
Di antaranya, kegiatan bakti sosial yang menyasar korban bencana puting beliung di Desa Penambangan, Kecamatan Semanding. Dilanjutkan dengan donor darah pada 22 Desember.
Romo Kholik, sapaannya menerangkan, ibadah Misa Malam Natal sekaligus Misa Natal pada pagi harinya diikuti kurang lebih 1.000 jemaat. Adapun tema yang diangkat oleh Gereja Santo Petrus, yakni Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga yang sesuai dengan ayat dalam alkitab Matius 1: 21-24.
‘’Tema ini bermakna umat di dalam keluarga yang memiliki iman pada Tuhan harus menyadari bahwa Allah tidak akan meninggalkan hidupnya. Jadi, umat tidak boleh merasa sendirian karena sudah memiliki Allah,” tuturnya.
Dia melanjutkan, jika Allah juga akan selalu hadir dalam hati serta dalam kesadaran. Dan, itu akan menguatkan keluarga tersebut dan umat. Sehingga, dari iman yang dia miliki akan berbuah dan menghasilkan kasih untuk lingkungan di sekitarnya.
‘’Kasih tersebut nantinya juga akan diperteguh oleh pengharapan Kristiani, yakni untuk berjalan ke masa yang akan datang umat tidak perlu takut karena ada Tuhan Yesus,” pungkas Romo Kholik.
Sementara itu, Ketua Panitia perayaan Natal Gereja Katolik Santo Petrus Karina Hatina Laia tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian acara sembari memantau jemaat yang mulai meninggalkan gereja dengan tertib.
Menurutnya, antusiasme jemaat pada Natal 2025 ini sangat luar biasa. Itu dibuktikan dengan penuhnya kursi di depan altar selama Misa Natal.
Bahkan, harus memerlukan area tambahan di aula gereja untuk menampung jemaat saat Misa Malam Natal pada Rabu (24/12) malam.
‘’Puji Tuhan perayaan tahun ini berjalan dengan baik dan lancar. Antusiasme jemaat sangat luar biasa. Semoga di masa mendatang, umat di Paroki Santo Petrus ini semakin guyub dan menunjung tinggi toleransi terhadap sesama,” ujar Tina, sapaan akrabnya.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama