Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pemkab Tuban Larang Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru, Wujud Empati terhadap Korban Bencana

Andreyan (An) • Sabtu, 27 Desember 2025 | 01:29 WIB

 

 

Ilustrasi perayaan malam tahun baru dengan kembang api.
Ilustrasi perayaan malam tahun baru dengan kembang api.

RADARTUBAN – Sebagai bentuk empati dan solidaritas atas bencana yang menimpa saudara sebangsa di Sumatera, serta menjaga kondusivitas wilayah, Pemkab Tuban mengeluarkan maklumat terkait larangan pesta kembang api atau kegiatan sejenisnya yang memicu nirempati terhadap korban bencana.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban Arif Handoyo mengatakan, imbauan perayaan malam pergantian tahun tanpa euforia itu diatur melalui Surat Dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban.

‘’Pesta kembang api atau kegiatan sejenis lainnya, dilarang selama perayaan tahun baru,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (25/12).

Arif menegaskan, larangan merayakan malam tahun baru secara berlebihan ini merupakan bentuk solidaritas terhadap korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan beberapa daerah lain.

‘’Sebagaimana pesan Mas Bupati (Aditya Halindra Faridzky), peristiwa bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera dan sejumlah daerah di Indonesia harus menjadi keprihatinan kita bersama,’’ tuturnya. Karena itu, tidak sepatutnya merayakan pergantian tahun secara berlebihan.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Tuban Siswanto mengatakan, sebagai tindak lanjut atas maklumat tersebut, satuannya akan rutin melakukan patroli di sejumlah ruang publik.

Itu dilakukan untuk memastikan seluruh ruang publik di Tuban steril dari kegiatan pesta kembang api atau kegiatan sejenisnya yang berlebihan.

Namun demikian, kata Siswanto, bukan berarti melarang sepenuhnya kegiatan masyarakat dalam merayakan malam tahun baru.

‘’Tetap boleh merayakan tahun baru di ruang publik, tapi dengan kegiatan-kegiatan yang sederhana dan bermakna,’’ ujarnya.

Sementara itu, lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kembali memperlihatkan lemahnya daya tampung sejumlah ruas jalan di kawasan perkotaan Tuban.

Seperti pemandangan di simpang Manunggal Selatan hingga Jalan Pahlawan menjelma menjadi titik kemacetan baru yang terjadi hampir setiap pagi hingga malam.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (25/12), arus kendaraan dari dua arah kerap tersendat panjang. Kondisi tersebut diperparah dengan aktivitas parkir kendaraan roda empat di bahu jalan.

Kemacetan tersebut memaksa Satlantas Polres Tuban menyiagakan personel tambahan untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Sekaligus mencegah kepadatan kendaraan semakin meluas ke ruas jalan lainnya di sekitar titik kemacetan.

Kasatlantas Polres Tuban AKP Muhammad Hariyazie Syakhrani mengungkapkan, sebelumnya jajarannya telah mengidentifikasi kawasan tersebut sebagai titik rawan kemacetan selama momen Nataru.

 ‘’Kami telah menyiagakan personel untuk mengurai kemacetan,’’ tegasnya.

Hariyazie menuturkan, pihaknya selalu memonitoring titik kemacetan di wilayah perkotaan Bumi Ronggolawe, termasuk Jalan Pahlawan.

‘’Jika diperlukan, kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas,’’ tegasnya.

Lebih lanjut, perwira berpangkat balok tiga itu mengatakan, potensi kemacetan tidak hanya terpusat di satu lokasi saja, namun seluruh jalur utama di wilayah Tuban selama momen Nataru.

Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat yang hendak berpergian sebaiknya selalu meng-update informasi titik kemacetan dan prediksi cuaca untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan selama perjalanan.

‘’Sebaiknya menghindari titik kepadatan kendaraan dan selalu berhati-hati selama di jalan raya,’’ pungkasnya.

Berdasar rilis prediksi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda Sidoarjo, seluruh kabupaten/kota se-Jatim, termasuk Kabupaten Tuban—berpotensi diguyur hujan lebat hingga malam pergantian tahun nanti.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, tanah longsor, puting beliung, hingga hujan es.

‘’Diperkirakan, hingga 31 Desember nanti akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,’’ kata Kepala BMKG Tuban Muchammad Nur.(an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Pemkab Tuban #kembang api #Mas Lindra #sumatera