RADARTUBAN – Kadar kolesterol tinggi kerap tidak disadari karena jarang menimbulkan gejala langsung.
Namun, kondisi ini menyimpan risiko serius terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Salah satu pemicu utamanya berasal dari pola makan harian, khususnya konsumsi makanan tinggi lemak jenuh yang cukup populer di Indonesia.
Lemak jenuh diketahui dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah, yang berkontribusi pada penyumbatan pembuluh darah dan memicu penyakit jantung.
Baca Juga: Dada Mendadak Nyeri? Bisa Jadi Kolestrol Tinggi, Ini Ciri-Ciri yang Harus Kamu Hindari
Berikut empat jenis makanan favorit masyarakat Indonesia yang sebaiknya dibatasi, terutama bagi penderita kolesterol tinggi.
1. Daging Merah
Daging sapi dan domba mengandung lemak jenuh cukup tinggi, terutama pada bagian iga, daging giling, dan daging berlemak lainnya.
Konsumsi berlebihan dapat memperburuk kadar kolesterol. Daging merah tidak harus dihindari sepenuhnya, namun disarankan dikonsumsi sesekali dengan memilih potongan rendah lemak atau menggantinya dengan protein yang lebih sehat seperti ikan dan dada ayam tanpa kulit.
2. Gorengan
Gorengan merupakan camilan favorit masyarakat Indonesia, namun menjadi pantangan utama bagi penderita kolesterol tinggi.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Aru Ariadno, Sp.PD-KGEH, menjelaskan bahwa gorengan mengandung lemak dari bahan makanan serta minyak goreng yang dipanaskan pada suhu tinggi.
Proses ini dapat mengubah lemak menjadi asam lemak jenuh, apalagi jika menggunakan minyak jelantah, sehingga risikonya semakin besar.
3. Daging Olahan
Sosis, hot dog, dan daging kalengan termasuk makanan tinggi lemak jenuh dan garam. Penelitian terhadap lebih dari 614 ribu orang menunjukkan bahwa penambahan 50 gram daging olahan per hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 42 persen.
Membatasi konsumsi daging olahan sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.
4. Kue dan Camilan Manis
Kue kering, bolu, dan pastry umumnya dibuat dengan mentega atau margarin dalam jumlah besar yang tinggi kolesterol.
Selain itu, kandungan gula yang tinggi juga berisiko memicu obesitas, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme.
Sebagai alternatif, bahan alami seperti pisang atau saus apel bisa digunakan dalam pembuatan kue rumahan.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan mengolah makanan dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang, mengurangi konsumsi minyak, serta meningkatkan asupan serat dari sayur, buah, dan biji-bijian.
Pola makan sehat berperan besar dalam menjaga kadar kolesterol tetap normal dan menurunkan risiko penyakit jantung. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni