Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penurunan BI-Rate ke Level 4,75 Persen Dinilai OJK Beri Tantangan Baru bagi Kinerja Investasi Dana Pensiun pada 2026

Siti Rohmah • Senin, 29 Desember 2025 | 14:34 WIB
Kantor Bank Indonesia
Kantor Bank Indonesia

RADARTUBAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-Rate berdampak terhadap kinerja investasi dana pensiun.

Sepanjang tahun ini, Bank Indonesia telah memangkas BI-Rate sebesar 125 basis poin hingga berada di level 4,75 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa kondisi tersebut membuat pengelolaan portofolio investasi dana pensiun masih akan menghadapi tantangan pada 2026.

Penurunan suku bunga acuan dinilai berpotensi menekan tingkat imbal hasil investasi yang dapat diperoleh.

“Penurunan BI-Rate akan berdampak pada potensi turunnya imbal hasil investasi dana pensiun,” ujar Ogi dalam jawaban tertulis yang dikutip Sabtu, 27 Desember 2025.

Selain faktor suku bunga, Ogi menambahkan bahwa pertumbuhan jumlah peserta juga menjadi tantangan tersendiri.

Oleh karena itu, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) didorong untuk terus melakukan inovasi produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta mengoptimalkan digitalisasi guna meningkatkan efektivitas pengelolaan dana.

Berdasarkan catatan OJK, hingga Oktober 2025 penempatan investasi dana pensiun pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 4,09 triliun atau sekitar 1,06 persen dari total investasi.

Nilai tersebut tercatat menurun dibandingkan posisi akhir 2024, sejalan dengan berkurangnya penerbitan SRBI sepanjang 2025.

Sementara itu, investasi dana pensiun di pasar saham per Oktober 2025 tercatat sebesar Rp 24,66 triliun atau setara 6,37 persen dari total investasi.

Ogi menyatakan bahwa perbaikan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen saham di dalam negeri, termasuk bagi sektor asuransi dan dana pensiun.

Secara keseluruhan, total aset industri dana pensiun hingga Oktober 2025 tumbuh 9,82 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 1.647,49 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset meningkat 5,52 persen (yoy) menjadi Rp 400,44 triliun.

Adapun aset program pensiun wajib tercatat mencapai Rp 1.247,05 triliun atau tumbuh 11,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#dana pensiun #suku bunga #bank indonesia #OJK #investasi #bi rate