RADARTUBAN - Aceh kini memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang.
Pemerintah memastikan pembangunan perumahan sementara (huntara) akan segera dimulai, dengan prioritas pada daerah yang mengalami kerusakan paling parah, seperti Aceh Tamiang.
Gubernur Aceh Muzakkir Manaf, yang akrab disapa Mualem, menyampaikan bahwa pembangunan huntara dijadwalkan dimulai dalam beberapa hari ke depan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang kini mulai ditangani secara bertahap oleh pemerintah pusat.
“Aceh sudah masuk fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah pusat akan segera membangun huntara,” ujar Mualem.
Baca Juga: Huntara untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera Dikebut, Pemerintah Siapkan Bantuan Lengkap
Sambil menunggu proses pembangunan dimulai, pemerintah daerah memanfaatkan tenda sebagai tempat tinggal sementara bagi para pengungsi.
Mualem memastikan proyek huntara akan terealisasi dalam waktu dekat, seraya meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap bertawakal.
Pembangunan huntara akan difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerusakan sangat parah. Sejumlah daerah yang menjadi prioritas antara lain Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang, yang tercatat paling banyak mengajukan kebutuhan unit perumahan sementara.
“Pembangunan akan diutamakan di daerah yang kondisinya paling rusak,” tegas Mualem.
Saat ini, bantuan berupa tenda dan logistik telah didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak dan dipastikan tersedia hingga Februari 2026.
Selain kerusakan permukiman, banjir juga mengakibatkan ribuan ruas jalan serta jembatan penghubung antardesa mengalami kerusakan parah. Hampir tidak ada wilayah yang sepenuhnya luput dari dampak bencana, sehingga bantuan terus disalurkan ke titik-titik yang membutuhkan.
Pemerintah daerah, lanjut Mualem, berupaya maksimal agar seluruh kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat hingga pemulihan berjalan optimal. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama