RADARTUBAN – Polisi Ghana menangkap Evans Eshun alias Prophet Ebo Noah, pria yang mengaku nabi dan sempat viral karena meramalkan kiamat pada 25 Desember 2025.
Ramalan tersebut gagal terbukti dan dinilai menyesatkan serta menimbulkan keresahan publik.
Penangkapan dilakukan unit siber kepolisian Ghana pada akhir 2025, setelah Ebo Noah menyebarkan klaim banjir global besar-besaran melalui media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Facebook.
Baca Juga: Arab Saudi Turun Salju, Apakah Pertanda Kiamat? Ini Penjelasan Ilmiah dan Pandangan Islam
Ia mengaku mendapat “wahyu” bahwa dunia akan dihantam hujan ekstrem dan banjir mirip kisah Nabi Nuh, bahkan menyebut hujan akan berlangsung selama tiga tahun.
Dalam narasinya, Ebo Noah juga mengklaim membangun sepuluh kapal sebagai bahtera penyelamat bagi manusia.
Namun setelah tanggal yang diramalkan berlalu tanpa bencana apa pun, terungkap bahwa kapal-kapal tersebut hanyalah perahu biasa dan tidak terbukti sebagai miliknya.
Baca Juga: Iran Menyerang Israel, Benarkah Jadi Tanda Kiamat? Begini Penjelasannya
Kegagalan ramalan tersebut memicu penyelidikan aparat, terlebih konten yang disebarkannya telah menjangkau jutaan pengguna dan dianggap menyebarkan informasi palsu serta ketakutan massal.
Meski pasal hukum yang dikenakan belum dirinci, polisi menegaskan tindakan ini sebagai bentuk penegakan hukum terhadap penyalahgunaan klaim keagamaan di ruang digital.
Kasus Ebo Noah menambah daftar fenomena “nabi palsu” yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan ramalan kiamat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan sikap kritis masyarakat terhadap klaim tanpa dasar ilmiah maupun fakta. (*)