RADARTUBAN – Meski menunjukkan tren peningkatan anggota pada setiap tahunnya, aplikasi perpustakaan digital Tuban Digital Library (Tulib) masih harus berjuang lebih keras untuk bisa memenuhi target kuota keanggotaan.
Hingga 22 Desember 2025, tercatat baru 2.009 masyarakat Tuban yang terdaftar sebagai anggota Tulib dari total kuota 3.500 yang disediakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban. Artinya, masih tersisa 1.491 kuota yang belum terpenuhi.
Kepala Dispersip Tuban Endro Budi Sulistyo mengungkapkan, capaian ini sebenarnya merupakan sebuah kemajuan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka sekitar 1.500 anggota.
Namun demikian, dia mengakui jika jumlah anggota di tahun ini belum sesuai dengan harapan.
‘’Alhamdulillah, memang ada peningkatan, tapi masih belum bisa mencapai jumlah kuota yang sudah kami sediakan,” ujarnya.
Endro menerangkan, aplikasi perpustakaan digital disediakan untuk dimanfaatkan masyarakat Bumi Ronggolawe. Namun, realitanya masih belum optimal dan sebagian anggotanya cenderung pasif.
Dia tidak menampik bahwa perkembangan teknologi informasi seperti media sosial turut menjadi pedang bermata dua.
Di satu sisi memberikan kemudahan akses, namun di sisi lain menjadi kompetitor berat bagi minat baca.
‘’Dimungkinkan banyak teknologi yang menyita waktu, seperti berbagai platform media sosial yang memengaruhi jumlah anggota maupun pengunjung Tulib. Padahal, kami sudah bekerja sama dengan penerbit ternama untuk semakin menarik minat masyarakat agar menjadi anggota Tulib,” tambah mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban itu.
Meski demikian, Endro tetap optimistis dengan menggencarkan sosialisasi agar tahun mendatang jumlah keanggotaan aplikasi perpustakaan digital tersebut mencapai target kuota.
Menurut dia, dengan sisa kuota yang masih 1.491 di tahun ini, penambahan kuota keanggotaan Tulib dinilai belum mendesak.
‘’Kami perlu melihat apakah memungkinkan untuk menambah kuota anggota atau tetap di angka 3.500 setiap tahunnya. Sejauh ini, kuota yang ada saja belum dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga memang perlu banyak pertimbangan sebelum menambah lagi,” pungkasnya.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama