RADARTUBAN - Ruben Amorim dipecat menjadi sorotan utama setelah Manchester United memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Portugal tersebut usai hasil imbang melawan Leeds United.
Keputusan Ruben Amorim dipecat tidak bisa dilepaskan dari kebijakan transfer Manchester United pada musim panas yang menimbulkan perdebatan di internal klub.
Ruben Amorim dipecat hanya beberapa bulan setelah dia sempat mendapat dukungan penuh dalam membangun skuad untuk musim 2025/26.
Belanja Besar Manchester United di Musim Panas
Manchester United melakukan belanja besar demi memperkuat tim jelang musim baru.
Matheus Cunha didatangkan dari Wolverhampton Wanderers dengan nilai transfer 62,5 juta poundsterling atau setara sekitar Rp 1,25 triliun.
Bryan Mbeumo juga direkrut dari Brentford dengan mahar 71 juta poundsterling atau sekitar Rp1,42 triliun.
Selain itu, Manchester United mengamankan jasa Benjamin Sesko dari RB Leipzig dengan nilai transfer mencapai 73,7 juta poundsterling atau setara kurang lebih Rp1,47 triliun.
Transfer Benjamin Sesko bahkan membuat Manchester United unggul dari Newcastle United dalam perburuan tanda tangan pemain muda tersebut.
Benjamin Sesko Belum Penuhi Ekspektasi
Benjamin Sesko datang dengan status penyerang muda potensial yang sempat diminati Arsenal di bursa transfer sebelumnya.
Namun, performa Benjamin Sesko di Manchester United dinilai belum sebanding dengan nilai transfernya.
Benjamin Sesko baru mencetak dua gol dari total 17 penampilan di semua kompetisi hingga saat ini.
Dalam laga melawan Leeds United di Elland Road, Benjamin Sesko kembali gagal mencetak gol meski dipercaya sebagai starter.
Benjamin Sesko juga lebih sering tampil sebagai pemain pengganti dalam beberapa pertandingan penting.
Ollie Watkins Jadi Pilihan Ruben Amorim
Di tengah sorotan terhadap Benjamin Sesko, muncul fakta bahwa Ruben Amorim memiliki pilihan lain untuk lini depan Manchester United.
Laporan talkSPORT menyebut Ruben Amorim lebih menginginkan Ollie Watkins dibandingkan Benjamin Sesko.
Ollie Watkins dinilai lebih siap karena telah teruji di Premier League bersama Aston Villa.
Ollie Watkins tercatat telah mencetak 81 gol di Liga Inggris sejak berseragam Aston Villa.
Ollie Watkins juga menunjukkan konsistensi dengan mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhirnya.
Pernyataan Ruben Amorim soal Benjamin Sesko
Setelah hasil imbang melawan Leeds United, Ruben Amorim memberikan penilaian terbuka mengenai performa Benjamin Sesko.
“Untuk peluang yang ia lewatkan, sebenarnya ia selalu berada di posisi yang tepat, dan itu adalah langkah pertama yang penting,” ujar Ruben Amorim.
“Dia agresif ketika harus bertarung memperebutkan bola pertama,” lanjutnya.
“Jika seorang pemain gagal memanfaatkan peluang, orang akan berkata ia melakukan segalanya dengan salah, padahal ia hanya perlu mencetak satu gol saja,” ucap Amorim.
“Kami perlu menguasai bola dalam atmosfer seperti ini, dan jika kami ingin menjadi tim seperti di masa lalu yang terlalu mengandalkan transisi, kami tidak ingin bermain seperti itu lagi,” tambahnya.
“Kami bermain lebih baik dibanding pekan lalu, dan Ben hanya perlu mencetak satu gol agar beban itu terangkat,” kata Amorim.
“Ben benar-benar berbeda dengan Rasmus, dan ia sudah melakukan hal-hal yang tepat, hanya perlu memperbaiki momen-momen akhir,” tutupnya.
Akhir Perjalanan Amorim di Old Trafford
Tak lama setelah pernyataan tersebut, Ruben Amorim dipecat oleh Manchester United.
Manajemen klub belum memberikan penjelasan detail terkait masa depan Benjamin Sesko usai Ruben Amorim dipecat.
Situasi ini membuat keputusan Manchester United menolak Ollie Watkins kembali menjadi bahan evaluasi publik dan pengamat sepak bola.
Ke depan, Manchester United dituntut untuk memastikan kebijakan transfer selaras dengan kebutuhan tim demi menjaga stabilitas prestasi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama