RADARTUBAN - Sebuah kelompok zikir asal Jepara, Jawa Tengah, mengaku menerima bisikan gaib yang mengarahkan mereka berzikir di pelataran Candi Prambanan pada (25/12).
Aksi tersebut viral di media sosial dan memicu polemik dilakukan karena di situs cagar budaya Hindu yang dilindungi UNESCO.
Kini, kelompok tersebut mendapat pendampingan dari Kementerian Agama (Kemenag) setempat untuk membina ajaran yang benar.
Baca Juga: Macron dan Prabowo Kunjungi Candi Borobudur, Bahas Komitmen Budaya dan Toleransi
Latar Belakang Kejadian
Kelompok berjumlah 11 orang itu dipimpin seorang ulama asal Desa Randu, Kecamatan Panggang, Jepara, yang mengelola tempat pengajian dan praktik pengobatan nasional.
Mereka awalnya menuju Parangtritis untuk acara, tapi mengaku mendapat bisikan gaib sehingga mampir ke Candi Prambanan dan berzikir menghadap candi.
Pengelola Taman Wisata Candi Prambanan meminta maaf atas ketidaknyamanan dan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan serta polisi.
Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, mengonfirmasi kelompok itu belum punya izin operasional kegiatan keagamaan dan status alirannya masih simpan.
Pendampingan dilakukan untuk mengarahkan kembali ke ajaran Islam yang benar serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
Penyuluh agama diminta mengawasi lapangan bekerja sama dengan aparat keamanan, polisi, dan Kesbangpol.
Akhsan menekankan umat Islam harus berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadis, sementara pemeluk agama lain ikuti keyakinannya masing-masing.
Kemenag Jateng juga menyerukan toleransi dan dialog untuk menghindari konflik. Kesbangpol Jateng ingatkan hormati kesakralan ruang ibadah di situs bersejarah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni