Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik, namun Ingatkan Fitnah Dilarang oleh Semua Agama

Alifah Nurlias Tanti • Selasa, 6 Januari 2026 | 18:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan pemerintah tidak menetapkan status bencana nasional.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan pemerintah tidak menetapkan status bencana nasional.

RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya siap menerima kritik yang membangun. Dia menekankan, kritik adalah bagian penting untuk memperbaiki kinerja.

Namun, dia mengingatkan agar kritik tidak bergeser menjadi fitnah, karena fitnah bukan hanya merugikan, tapi juga bertentangan dengan nilai-nilai semua agama.

Dalam sambutannya di Perayaan Natal Nasional, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kritik dan koreksi adalah hal yang baik dan perlu.

Namun, dia mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah. Menurutnya, fitnah bukan hanya merugikan, tetapi juga dilarang oleh semua agama, termasuk Kristen.

Prabowo menyampaikan bahwa pernyataannya lahir dari dinamika yang berkembang di ruang publik, terutama di media sosial.

Menurutnya, media sosial bisa membawa banyak manfaat positif, tapi sayangnya sering juga dipakai untuk menyebarkan opini tanpa dasar fakta dan kebenaran.

Prabowo menilai, informasi yang tidak jelas kebenarannya bisa memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Dia mengingatkan, jika kebohongan dan fitnah dibiarkan menyebar, dampaknya bisa menimbulkan perpecahan, rasa curiga, bahkan kebencian antarsesama. Pada akhirnya, hal itu justru merusak persatuan bangsa.

Prabowo berkelakar bahwa banyak pakar sering berbicara seolah tahu isi pikirannya.

Dengan nada bercanda, ia mengatakan kalau ingin tahu apa yang sedang dipikirkan dirinya, cukup mendengarkan podcast. Ucapan itu pun disambut tawa para hadirin.

Meski begitu, Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin memperbesar persoalan yang ada.

Ia memilih untuk mengedepankan sikap memaafkan, karena menurutnya persatuan bangsa jauh lebih penting untuk dijaga.

Meski ada persoalan, Prabowo menegaskan dirinya tak ingin memperbesarnya.

Dia memilih untuk mengedepankan sikap memaafkan, karena baginya menjaga persatuan bangsa jauh lebih penting daripada memperpanjang konflik.

Prabowo menegaskan bahwa nilai-nilai yang ia sampaikan sejalan dengan semangat kebangsaan Indonesia, yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.

Dia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa dirinya selalu berusaha mencari kebaikan, bukan keburukan, serta mengutamakan persatuan dibanding perpecahan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#fitnah #agama #presiden prabowo subianto #kritik