Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sampah Jadi Listrik, Pemerintah Siapkan 34 Proyek PSEL di Daerah Timbunan Tinggi

Alifah Nurlias Tanti • Jumat, 9 Januari 2026 | 09:05 WIB

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto


RADARTUBAN - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah akan segera memulai pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di awal tahun ini.

Prasetyo menyampaikan, pemerintah menyiapkan 34 proyek PSEL di sejumlah kabupaten/kota.

Lokasi dipilih di daerah yang setiap harinya menumpuk sekitar 1.000 ton sampah.

Proyek ini diharapkan bisa mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan sekaligus mencegah masalah kesehatan akibat sampah yang menumpuk.

Prasetyo menjelaskan, proyek Waste to Energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota.

Menurutnya, lokasi ini dipilih karena timbunan sampah setiap hari menembus 1.000 ton, yang berarti penanganan segera diperlukan untuk mencegah sampah menumpuk dan menimbulkan berbagai masalah.

Prasetyo mengatakan bahwa 18 proyek hilirisasi strategis akan membangun PSEL dari Januari hingga Maret 2026.

Pemerintah sebelumnya mengumumkan bahwa delapan belas proyek hilirisasi ini telah melewati tahap prastudi kelayakan.

Danantara Indonesia akan bertanggung jawab langsung atas pelaksanaannya, dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp600 triliun.

Teknologi khusus untuk mengolah sampah yang tidak dapat didaur ulang untuk menghasilkan energi panas, listrik, dan bahan bakar alternatif melalui PSEL.

Diharapkan inovasi ini akan meningkatkan independensi energi nasional, mengurangi sampah yang menumpuk di tempat terbuka, dan mengurangi ketergantungan kita pada batu bara.

Prasetyo menambahkan, pemerintah tak hanya fokus pada proyek Waste to Energy.

Dalam waktu dekat, mereka juga akan melakukan groundbreaking proyek gasifikasi batu bara untuk menghasilkan Dimethyl Ether (DME).

Dalam hilirisasi batu bara, salah satu hasilnya adalah Dimethyl Ether (DME). Proses ini mengubah batu bara berkalori rendah menjadi gas alternatif, yang diharapkan dapat menekan kebutuhan impor LPG di Indonesia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pengolahan sampah #sampah #PSEL #Prasetyo Hadi #listrik #Menteri Sekretaris Negara