Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Siapkan Stok Hampir 7 Juta Ton, Dirut Bulog Pastikan Pasokan Beras Aman Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026

M Robit Bilhaq • Minggu, 11 Januari 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi persediaan bulog menjelang Ramadhan dan Idul Fitri
Ilustrasi persediaan bulog menjelang Ramadhan dan Idul Fitri

RADARTUBAN - Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan saat ini di seluruh jaringan gudang perusahaan telah menyentuh angka 3.351.900 ton.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.

Ketersediaan stok dalam jumlah besar tersebut memberikan jaminan keamanan pasokan untuk menjawab permintaan masyarakat, terutama saat memasuki rangkaian hari besar keagamaan mulai dari perayaan Imlek, masa Ramadhan, hingga hari raya Idul Fitri pada tahun 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rizal dalam acara konferensi pers yang membahas mengenai penanganan situasi bencana di kawasan Sumatera.

Rizal menegaskan kembali bahwa akumulasi stok beras yang dikuasai Bulog secara nasional saat ini adalah tepat sebanyak 3.351.900 ton.

Lebih lanjut, Rizal memaparkan bahwa seluruh cadangan pangan yang tersimpan di gudang-gudang tersebut merupakan aset strategis yang dimiliki negara.

Fungsi utamanya adalah sebagai instrumen nasional untuk menjaga keseimbangan antara pasokan di lapangan dengan stabilitas harga pangan bagi konsumen di seluruh pelosok negeri.

Kesiagaan stok ini secara khusus dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama momen Imlek yang akan tidak lama lagi.

Kemudian, dilanjutkan dengan periode bulan suci Ramadhan hingga puncaknya pada Lebaran, sehingga ketersediaan beras bagi rakyat tetap terjamin secara nasional.

Rizal juga memproyeksikan bahwa volume beras di gudang Bulog akan mengalami peningkatan secara kontinu.

Hal ini didukung oleh adanya potensi produksi dari kegiatan panen yang tengah berlangsung di berbagai wilayah sentra produksi serta daerah-daerah yang menjadi lumbung pangan utama nasional.

Sepanjang tahun 2026 ini, Perum Bulog mengemban misi untuk menyerap beras hasil produksi dalam negeri dengan target mencapai 4 juta ton.

Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi memperkuat Cadangan Beras Pemerintah serta mengamankan stabilitas ketersediaan domestik demi menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Dengan realisasi target serapan tambahan tersebut, total akumulasi stok yang dikelola Bulog diperkirakan akan menyentuh angka hampir 7 juta ton di sepanjang tahun 2026.

Kapasitas ini akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan intervensi pasar dan penyaluran bantuan pangan secara lebih masif dan kuat.

Berdasarkan target dari Kementerian Pertanian, Rizal optimistis jumlah stok akan terus tumbuh seiring dengan masuknya serapan setara beras sebanyak 4 juta ton tersebut.

Akumulasi stok yang diproyeksikan mencapai hampir 7 juta ton itu bakal diprioritaskan sepenuhnya guna mencukupi kebutuhan domestik.

Fokus utamanya adalah mengendalikan fluktuasi harga dan menjaga distribusi beras nasional tetap stabil selama masa-masa krusial hari besar keagamaan.

Pihak manajemen Bulog memberikan kepastian bahwa tata kelola stok ini akan dilakukan secara maksimal melalui mekanisme distribusi yang akurat dan tepat sasaran.

Selain itu, koordinasi antar instansi juga akan diperkuat guna memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, terutama pada periode-periode di mana tingkat konsumsi biasanya mengalami kenaikan tajam, termasuk saat Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri 2026. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ramadhan #bulog #cadangan beras pemerintah #stok beras nasional #idul fitri