RADARTUBAN - Amerika Serikat (AS) terus mengukir rekor sebagai negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia sejak 2018, unggul jauh dari para pesaingnya.
Data terkini menyatakan posisi ini bertahan hingga awal 2026, mendorong revolusi minyak serpih di Texas dan wilayah Permian Basin.
Daftar Lima Besar Produsen
Berikut lima negara penghasil minyak terbaik berdasarkan produksi harian dalam satuan juta barel, mencerminkan dinamika pasar global:
Peringkat Negara Produksi (juta barel/hari)
1 Amerika Serikat 21,91
2 Arab Saudi 11,13
3 Rusia 10,75
4 Kanada 5,76
5 Cina 5,26
AS memimpin dengan kontribusi 22 persen dari total produksi dunia.
Sementara Arab Saudi dan Rusia bergantung pada ladang konvensional meskipun terhambatnya sanksi dan kuota OPEC.
Faktor Pendukung Dominasi AS
Keunggulan AS berasal dari teknologi fracking yang meningkatkan output hingga dua kali lipat sejak 2018, ditambah kebijakan energi Presiden Donald Trump pasca-reeleksi 2024.
Kanada naik peringkat berkat pasir minyak Alberta, sedangkan China fokus pada ladang timur laut karena kurangi ketergantungan impor.
Dampak Global
Dominasi AS tekan harga minyak dunia di bawah 80 dolar AS per barel awal 2026, beri efek campuran bagi konsumen seperti Indonesia yang mengimpor 500 ribu barel per hari.
OPEC+ berupaya menstabilkan pasar, tapi produksi non-OPEC seperti AS dan Kanada terus mengikis pengaruh kartel. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama