Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gempa Besar 7,1 SR di Melonguane, Malam Panik Warga Sulut dan Maluku Utara

Alifah Nurlias Tanti • Minggu, 11 Januari 2026 | 10:29 WIB
ilustrasi gempa beruntun yang terjadi di indonesia
ilustrasi gempa beruntun yang terjadi di indonesia

RADARTUBAN - Warga di daerah tenggara Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dikejutkan pada Sabtu malam (10/1/2026) oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1.

Gempa bumi itu terdengar jelas pada pukul 21.58 WIB.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 52 kilometer dari tenggara Melonguane, dan 17 kilometer di kedalaman, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lokasinya dekat dengan permukaan laut membuat guncangan lebih terasa bagi orang-orang di sekitarnya.

Meskipun gempa ini dianggap sangat kuat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa ini tidak menimbulkan ancaman tsunami.

Selain itu, tidak ada peringatan tsunami yang signifikan yang diberikan kepada warga.

Tetapi BMKG terus mengimbau masyarakat untuk waspada. Warga diminta untuk tetap tenang dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG secara teratur. Getaran tambahan mungkin terjadi dalam beberapa jam ke depan, bahkan hingga esok hari.

Sebuah gempa mengguncang beberapa wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, selain di Melonguane, menurut BMKG. Orang-orang Ternate juga merasakan dorongan yang membuat mereka spontan keluar dari rumah mereka untuk mencari tempat aman.

* MMI II Getaran terasa sangat ringan. Benda-benda kecil yang digantung, seperti lampu atau hiasan, tampak bergoyang pelan. Sebagian orang mungkin tidak menyadari kalau itu adalah gempa.

* MMI III Di dalam rumah, guncangan mulai terasa jelas. Rasanya mirip seperti ada truk besar atau kendaraan berat yang melintas di dekat rumah. Orang-orang biasanya langsung berhenti dari aktivitasnya karena sadar ada getaran.

* MMI IV Getaran semakin kuat dan dirasakan banyak orang, baik yang berada di dalam maupun di luar rumah.

Beberapa barang pecah belah bisa jatuh atau retak, jendela dan pintu berderik, bahkan dinding rumah bisa terdengar bergetar.

Suasana biasanya membuat warga panik dan bergegas keluar mencari tempat aman.
Guncangan gempa terasa berbeda di berbagai tempat.

Orang-orang di Tobelo dan Sitaro merasakan getaran yang cukup kuat, pada skala MMI III–IV, yang membuat banyak orang langsung merasakan gempa.

Di Ternate, Minahasa Utara, dan Bitung, getaran lebih ringan, pada skala MMI II–III, dan terdengar seperti kendaraan besar melintas.

MMI III tercatat sangat intens di Morotai sehingga membuat orang berhenti bekerja.

Orang-orang diminta untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang rawan runtuh, dan mengikuti informasi resmi yang diberikan oleh BMKG dan pemerintah daerah. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Gempa Bumi #BMKG #kepulauan talaud