Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Hujan Tinggi Hingga Februari, BMKG Minta Warga Jateng Waspada Banjir dan Longsor

Alifah Nurlias Tanti • Selasa, 13 Januari 2026 | 06:10 WIB
Peta prakiraan deterministik curah hujan di wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Peta prakiraan deterministik curah hujan di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

RADARTUBAN - BMKG ( Badan Meteorologi Klimatologi Giofisika) mengingatkan warga Jawa Tengah untuk tetap waspada.

Curah hujan masih tinggi dan diperkirakan akan terus berlangsung hingga pertengahan Februari. Kondisi ini bisa memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Teguh Wardoyo dari BMKG Cilacap menjelaskan, berdasarkan pemantauan hingga 10 Januari, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih diguyur hujan.

Data terbaru dari BMKG menunjukkan bahwa hari tanpa hujan belum banyak tercatat di provinsi ini.

Menurut Teguh Wardoyo dari BMKG, wilayah Jawa Tengah bagian tengah hingga selatan baru mengalami jeda hujan sangat singkat, hanya sekitar 1–5 hari.

Sementara itu, di beberapa titik Cilacap dan Banyumas, jeda hujan sedikit lebih panjang, sekitar 6–10 hari.

Berdasarkan analisis curah hujan pada awal Januari 2026, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih diguyur hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi.

Di bagian timur, hujan cenderung lebih ringan hingga sedang. Sementara itu, Jepara, Kudus, dan sebagian besar wilayah Demak justru mengalami hujan lebat dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi.

BMKG memprediksi, pada pertengahan Januari 2026 sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih akan diguyur hujan dengan intensitas menengah. Peluangnya cukup besar, lebih dari 60 persen.

Meski begitu, BMKG mencatat ada beberapa wilayah di Jawa Tengah—seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, Demak, Rembang, dan Grobogan—yang peluang hujannya relatif lebih rendah dibanding daerah lain.

Sebaliknya, hujan deras dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi diperkirakan masih akan turun di Batang, Pekalongan, serta sebagian wilayah Pemalang, Kendal, Purbalingga, dan Jepara.

Lebih lanjut, BMKG memprediksi bahwa pada pertengahan hingga akhir Januari 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Menurut Teguh Wardoyo dari BMKG, hujan diperkirakan masih berlangsung hingga dasarian kedua Februari 2026. Meski begitu, beberapa wilayah seperti Rembang, Blora, dan Grobogan cenderung mengalami intensitas hujan yang lebih rendah.

Melihat kondisi cuaca saat ini, BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

Peringatan ini terutama ditujukan bagi wilayah dengan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, serta daerah yang rawan bencana. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#mkg #banjir #jawa tengah #tanah longsor #curah hujan