RADARTUBAN - Ratusan sekolah di Aceh Utara masih terendam lumpur pascabanjir, menghambat proses belajar mengajar ribuan siswa.
Pemerintah daerah mendesak bantuan perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, dan buku pelajaran untuk puluhan ribu murid yang terdampak.
Kondisi Sekolah Pasca-Banjir
Sebanyak 747 sekolah dari berbagai jenjang di Aceh Utara belum sepenuhnya bersih dari lumpur, termasuk 132 unit di bawah provinsi dan Kementerian Agama serta 615 unit milik kabupaten.
Ruang kelas sebagian besar sudah dibersihkan, tapi halaman sekolah dan akses jalan masih penuh lumpur tebal yang menghalangi aktivitas siswa.
Proses pembersihan memakan waktu lama karena sekolah berlokasi di 27 kecamatan, ditambah risiko lumpur menumpuk lagi jika hujan turun.
Kebutuhan Mendesak Siswa
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, menyebut ribuan siswa kehilangan perlengkapan sekolah akibat banjir.
Estimasi mencapai 7.000 siswa yang membutuhkan seragam, sepatu, tas, alat tulis, dan buku pelajaran baru.
Meski Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengirimkan 900 unit perlengkapan sekolah, total kebutuhan masih jauh lebih besar.
Upaya Pemulihan Pendidikan
Pembelajaran sementara dilakukan dengan jadwal fleksibel di sekolah yang rusak total. Data sekolah terdampak telah diserahkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), didukung TNI, pemerintah, dan relawan.
Jamaluddin mengajak lembaga dalam dan luar negeri bantu perlengkapan agar siswa segera kembali belajar normal. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni