Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Setelah Viral Jadi Pramugari Gadungan, Kini Nisya Dapat Beasiswa Pendidikan Awak Kabin di Kediri

M Robit Bilhaq • Selasa, 13 Januari 2026 | 18:35 WIB
Khairun Nisa yang sempat viral setelah menyamar jadi pramugari
Khairun Nisa yang sempat viral setelah menyamar jadi pramugari

RADARTUBAN - Sosok Khairun Nisa, 23 sempat mendominasi pembicaraan publik secara nasional lantaran aksi penyamarannya sebagai pramugari gadungan maskapai Batik Air terungkap hingga menjadi viral di jagat maya.

Namun, di balik ramainya kontroversi tersebut, terselip sebuah narasi mendalam mengenai cita-cita yang belum terwujud, beban ekspektasi dari pihak keluarga, serta perjuangan untuk pulih dari kegagalan.

Perempuan yang akrab dipanggil Nisya tersebut memiliki latar belakang yang kompleks di balik tindakan nekatnya tersebut.

Diketahui bahwa sebelumnya Nisya telah berusaha keras untuk mengikuti tahapan seleksi menjadi awak kabin dengan pengeluaran yang cukup besar.

Dana sekitar Rp 30 juta telah Nisya keluarkan demi meraih impian itu, namun sayangnya hasil yang Nisya harapkan tidak pernah didapatkannya.

Beban mental Nisya kian bertambah seiring tingginya harapan keluarga agar dirinya bisa segera sukses berkarier di industri penerbangan.

Dalam tekanan psikologis yang berat, rasa malu yang membayangi serta ambisi kuat untuk membahagiakan orang tuanya justru menggiring Nisya pada keputusan yang keliru.

Seragam pramugari yang Nisya pakai secara ilegal tersebut menjadi representasi dari mimpi yang belum bisa digapainya, sekaligus menjadi pemicu masalah hukum dan sosial yang membawa namanya ke pusaran perhatian khalayak luas.

Meski sempat terjebak dalam stigma negatif, perjalanan hidup Nisya ternyata belum berakhir, di saat hujan kritik menerpanya, bantuan justru datang dari wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Aeronef Academy, sebuah lembaga yang fokus pada pelatihan awak kabin, menyatakan kesiapannya untuk merangkul Nisya agar bisa meraih mimpinya kembali melalui prosedur yang sah dan terhormat.

Melalui saluran media sosial resminya di Instagram @aeronefacademy.official, pihak akademi tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memberikan penawaran beasiswa pendidikan pramugari secara cuma-cuma kepada Nisya.

Unggahan yang memuat niat baik tersebut segera menjadi pusat perhatian netizen dan mendapatkan banyak dukungan positif.

“Gagal bukan akhir dari segalanya, tapi bisa menjadi awal cerita baru yang lebih hebat,” tulis pihak Aeronef Academy dalam unggahannya.

Melalui poster resmi yang dikeluarkannya, lembaga ini secara terbuka memanggil perempuan asal Palembang tersebut, yang teridentifikasi dengan nama asli Khairun Nisa, untuk bergabung dalam program pelatihan kabin tanpa dipungut biaya sedikit pun.

Pemberian kesempatan kedua tersebut adalah wujud kepedulian sosial agar Nisya tetap memiliki peluang untuk berkarier di sektor penerbangan.

Dalam unggahannya, pihak Aeronef Indonesia menjelaskan bahwa mereka tersentuh oleh dedikasi dan kegigihan Nisa dalam usahanya membahagiakan orang tua.

Mereka meyakini bahwa sebuah niat yang tulus sepatutnya diberikan jalur atau wadah yang benar agar tidak lagi menyimpang.

Aeronef Academy sendiri memiliki reputasi sebagai pusat pelatihan awak kabin yang mengusung standar internasional (World Class Cabin Crew Training).

Fokus utama kurikulum mereka adalah membangun integritas profesional, etika kerja yang unggul, serta kesiapan mental dalam menghadapi tantangan nyata di industri aviasi.

Lembaga ini beroperasi di kawasan strategis Kampung Inggris, Pare, Kediri, tepatnya beralamat di Jl. Soekarno Hatta No. 71B, Bendo Kidul, Pare, Jawa Timur.

Pemberian pelatihan gratis ini diproyeksikan menjadi momentum perubahan besar bagi Nisya.

Harapan kedepannya adalah, tidak hanya mampu menyusun kembali puing-puing impiannya, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kekeliruan di masa lalu bukan berarti hilangnya kesempatan untuk menjemput masa depan yang lebih cerah. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#batik air #beasiswa #nisya #pramugari gadungan