Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Geger di Afrika, 4 WNI Diculik Bajak Laut Saat Kapal Ikan Diserang di Perairan Gabon

M Robit Bilhaq • Rabu, 14 Januari 2026 | 07:50 WIB
ilustrasi bajak laut
ilustrasi bajak laut

RADARTUBAN - Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dan juga warga negara Tiongkok dikabarkan telah menjadi korban aksi penculikan oleh sekelompok bajak laut.

Berdasarkan pemberitaan media lokal, insiden tersebut menimpa sebuah kapal penangkap ikan di wilayah perairan Gabon, Afrika Tengah, Senin (12/1).

Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, mengonfirmasi kejadian tersebut melalui siaran televisi Gabon 24.

Meyong menjelaskan bahwa kapal penangkap ikan bernama IB FISH 7, yang beroperasi di bawah bendera Gabon, saat sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan kapal tersebut menjadi sasaran serangan perompak.

Lokasi penyerangan dilaporkan berada sekitar 7 mil laut di sebelah tenggara wilayah Equata, yang masuk dalam yurisdiksi perairan Gabon.

Dalam pembacaan pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Gabon, Meyong mengungkapkan bahwa serangan perompak dilakukan oleh tiga orang pria bersenjata.

Kelompok tersebut menculik sembilan awak kapal, Rincian dari korban yang dibawa pergi adalah lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia.

Di sisi lain, terdapat enam awak kapal lainnya yang berhasil tetap berada di atas kapal ikan tersebut dan tidak ikut diculik.

Keenam orang yang bertahan ini terdiri dari gabungan warga negara Indonesia, Tiongkok, dan Burkina Faso.

Setelah insiden tersebut terdeteksi, kapal IB FISH 7 langsung diamankan dan diberikan pengawalan ketat oleh personel keamanan hingga tiba di pelabuhan.

Informasi ini dirilis secara resmi oleh pihak pemerintah Gabon.

Kepala Staf Angkatan Laut Gabon menegaskan bahwa kondisi sekarang sudah berada di bawah kendali otoritas pemerintahan tertinggi.

Dipastikan juga bahwa segala prosedur dan langkah antisipasi yang dibutuhkan telah diterapkan guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah maritim mereka.

Selain tindakan pengamanan fisik, pihak kejaksaan setempat juga dilaporkan telah meresmikan pembukaan proses penyelidikan hukum.

Penyelidikan ini difokuskan pada kasus penculikan oleh bajak laut yang menimpa para awak kapal, termasuk sejumlah WNI tersebut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gabon #penculikan #afrika tengah #WNI #bajak laut #kapal ikan