Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Seleksi Ketat Demi Dongkrak Prestasi Nasional, Begini Cara KONI Jatim Yang Fokus PON Bela Diri II 2026

Bihan Mokodompit • Kamis, 15 Januari 2026 | 17:05 WIB
Jennifer Tjahyadi, peraih emas PON Beladiri Kudus.
Jennifer Tjahyadi, peraih emas PON Beladiri Kudus.

RADARTUBAN - Pekan Olahraga Nasional atau PON Bela Diri II 2026 mulai menjadi perhatian serius Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur sejak awal tahun.

Melalui langkah terencana, KONI Jatim menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan delapan cabor bela diri di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Selasa (13/1).

Agenda tersebut menjadi titik awal persiapan Jawa Timur menuju PON Bela Diri II 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada Juni 2026.

Delapan cabor bela diri yang akan dipertandingkan meliputi kurash, kabbadi, muaythai, IBCA MMA, hapkido, tinju, anggar, dan kick boxing.

Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil menyebut ajang ini sebagai momen strategis untuk mengukur sekaligus memperkuat sektor bela diri Jawa Timur.

“PON Bela Diri ini menjadi tolok ukur kekuatan cabor bela diri di Jawa Timur.
Selama ini kita memang masih relatif lemah di sektor ini, sehingga perlu persiapan yang jauh lebih serius dan terukur,” ujar Nabil.

PON Bela Diri II 2026 Jadi Tolok Ukur Prestasi Bela Diri Jatim

Menurut Nabil, PON Bela Diri II 2026 memiliki peran penting dalam pemetaan kualitas atlet dan sistem pembinaan bela diri Jawa Timur.

Selama ini, kontribusi cabor bela diri dinilai belum maksimal dibandingkan cabang olahraga lain di tingkat nasional.

Karena itu, KONI Jatim menekankan pentingnya persiapan jangka panjang yang berbasis data dan prestasi.

Seleksi Atlet Ketat dan Berbasis Prestasi

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah seleksi atlet secara ketat dengan pendampingan Bidang Pembinaan Prestasi.

Fokus seleksi diarahkan pada atlet Jawa Timur yang memiliki rekam jejak prestasi nasional maupun internasional.

KONI Jatim hanya akan mengirim atlet peraih emas dan perak PON XXI 2024 Aceh–Sumatra Utara, kejuaraan nasional, serta SEA Games 2025.

“Tidak semua nomor akan kami ikuti. Nomor yang tidak memiliki peluang prestasi tentu tidak akan kami kirim. Ini bagian dari efisiensi anggaran dan orientasi prestasi,” tegas Nabil.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembinaan atlet Jawa Timur menuju PON Bela Diri II 2026.

Pemetaan Lawan dan Program Latihan Spesifik

Selain seleksi, seluruh pimpinan cabor bela diri diminta melakukan pemetaan kekuatan calon lawan dari provinsi lain.

Pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan program latihan yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan kompetisi.

Menurut Nabil, waktu persiapan yang lebih panjang dibanding PON Bela Diri I 2025 di Kudus menjadi keuntungan tersendiri bagi KONI Jatim.

“Dengan persiapan yang lebih matang, rekrutmen lebih akurat, dan latihan lebih terstruktur, kami optimistis prestasi PON Bela Diri II 2026 bisa menyamai, bahkan melampaui capaian sebelumnya,” ungkapnya.

Target Prestasi dan Pembinaan Jangka Panjang

KONI Jatim menargetkan delapan cabor bela diri mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kontingen daerah.

Keberhasilan di PON Bela Diri II 2026 juga diproyeksikan sebagai fondasi pembinaan menuju PON reguler dan ajang internasional.

Dengan persiapan sistematis sejak awal tahun, atlet Jawa Timur diharapkan mampu tampil kompetitif di Manado.

Optimisme tersebut menjadi bagian dari komitmen KONI Jatim dalam memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama olahraga bela diri nasional. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#PON Bela Diri II 2026 #cabor bela diri #koni jatim