RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dalam sebuah diskusi strategis yang membahas masa depan sektor pendidikan nasional.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta.
Agenda yang mengusung tema “Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026” ini menjadi forum pertukaran pandangan antara Presiden dan para pemangku kepentingan pendidikan tinggi terkait berbagai tantangan serta arah kebijakan pembangunan ke depan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari tugas Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk menyampaikan pandangan strategis mengenai kondisi nasional, dinamika geopolitik global, serta rencana besar yang tengah disiapkan pemerintah.
“Ini merupakan bagian dari agenda Presiden untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan beliau, termasuk pembaruan terkait kondisi bangsa dan situasi geopolitik, serta langkah-langkah strategis yang akan ditempuh ke depan,” ujar Prasetyo melalui Tim Media Presiden.
Ia menambahkan, forum ini menjadi bagian dari rangkaian komunikasi intensif Presiden dengan berbagai elemen bangsa, khususnya sektor pendidikan yang memiliki peran vital dalam pembangunan jangka panjang.
“Presiden terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Kali ini, beliau berdiskusi langsung dengan para rektor dan pimpinan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, termasuk para guru besar,” katanya.
Prasetyo menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir, Presiden Prabowo memberikan perhatian besar pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Fokus ini sejalan dengan agenda strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi.
Terkait substansi pembahasan, diskusi mencakup beragam isu strategis pendidikan tinggi.
Salah satunya adalah percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga medis, khususnya dokter, yang jumlahnya masih mengalami kekurangan signifikan.
“Pembahasan juga sudah dimulai bersama Kementerian Dikti Saintek, misalnya terkait upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter yang berdasarkan data kita masih kurang lebih dari 100 ribu orang,” jelas Prasetyo.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian serius pada peningkatan kualitas perguruan tinggi, mencakup penguatan sumber daya dosen, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta keberlanjutan pembiayaan operasional kampus.
Pemerintah, lanjut Prasetyo, berupaya memastikan perguruan tinggi di Indonesia dapat berkembang secara optimal tanpa membebani masyarakat maupun mahasiswa dari sisi biaya pendidikan.
“Kami sedang menghitung dan merumuskan agar universitas-universitas bisa terus maju dan berkualitas, namun tetap terjangkau dan tidak memberatkan pembiayaan bagi masyarakat maupun mahasiswa,” ujarnya.
Prasetyo menegaskan, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menempatkan pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia sebagai pilar utama dalam pembangunan nasional, guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni