RADARTUBAN - Jumlah pengungsi banjir di Kabupaten Aceh Utara mengalami penurunan drastis menjadi 33.546 jiwa atau 9.322 kepala keluarga (KK) hingga Kamis (15/1).
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya yang mencapai 54.995 jiwa, menunjukkan pemulihan bertahap pascabencana hidrometeorologi akhir 2025.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Halidi, mengatakan penurunan ini terjadi karena sebagian warga sudah kembali ke rumah atau tinggal bersama kerabat setelah banjir surut.
Saat ini, pengungsi tersebar di berbagai titik pengungsian di 10 kecamatan, termasuk satu titik di Kecamatan Cot Girek, empat titik di Muara Batu, serta puluhan titik di Langkahan, Sawang, dan Tanah Jambo Aye.
Pembangunan perumahan sementara (huntara) terus dipercepat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BUMN, dengan target selesai pekan depan untuk menampung sisa pengungsi.
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menegaskan komitmen penuh agar tidak ada lagi pengungsi saat bulan Ramadhan tiba, seiring proses rekonstruksi rumah rusak yang mencapai ribuan unit.
Ia juga menargetkan seluruh pengungsi bisa menempati tempat tinggal layak sebelum bulan Ramadhan dengan mempercepat pembangunan hunter oleh BNPB dan BUMN.
Proses ini menjadi prioritas utama pasca-banjir yang merendam ribuan rumah dan puluhan warga sejak akhir tahun 2025.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pusat untuk memastikan tidak ada lagi pengungsi yang bertahan di tenda-tenda darurat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni