Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rupiah Ambruk ke Rp 17 Ribu IHSG Malah To the Moon: Anomali Asia yang Bikin Geleng Kepala

Ika Nur Jannah • Jumat, 16 Januari 2026 | 14:05 WIB
Rupiah melemah, IHSG Mencetak rekor baru atau tren to the moon
Rupiah melemah, IHSG Mencetak rekor baru atau tren to the moon

RADARTUBAN - Nilai tukar rupiah melemah mendekati Rp 17.000 per dolar AS sepanjang Januari 2026, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencetak rekor baru berulang kali dan disebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal "to the moon".

Fenomena anomali ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga dialami negara-negara Asia lain seperti Jepang, India, dan Korea Selatan di mana mata uang lokal tertekan namun bursa saham menguat secara signifikan.

Sejak awal tahun 2026, IHSG sempat menyentuh level 9.000 pada perdagangan intraday (8/1), setelah mencatat rekor tertinggi empat hari berturut-turut sebelumnya, mendorong aliran modal asing Rp 41 triliun dalam tiga bulan terakhir.

Sebaliknya, rupiah anjlok dari Rp 16.725 per dolar AS pada 2 Januari menjadi Rp 16.834 pada (9/1), bahkan mencapai Rp 16.877 per 15 Januari akibat proyeksi HSBC hingga Rp 17.000 akhir tahun.

Analis menyebut pelemahan rupiah dipicu faktor eksternal seperti ekspektasi kebijakan The Fed, meski IHSG mendukung likuiditas domestik dan kinerja emiten solid.

Fenomena Serupa di Negara Lain yaitu Di Jepang, yen melemah hingga dorong Nikkei 225 cetak rekor 43.683 pada Agustus 2025, untungkan eksportir seperti Toyota yang laba repatriasi membengkak saat konversi ke yen.

Rupiah India alami jatuh ke rekor terendah di atas Rp 88 per dolar AS Agustus 2025, tapi Sensex pulih ke 84.929 akhir 2025 dan naik lagi ke 85.567, didukung harapan pemangkasan suku bunga AS.

Katat Korea Selatan menang lemah di 1.400-an per dolar AS, namun Kospi menembus rekor 4.309 awal Januari 2026 berkat data perdagangan positif dan pemutaran saham Samsung Electronics 7,17 persen.

Kaustubh, analis pasar, menjelaskan penguatan saham mendorong pertumbuhan laba perusahaan dan optimisme investor ritel di Indonesia, Jepang, India, serta Korea, sementara mata uang menekan fundamental global seperti dolar kuat.

Antisipasi Pemerintah RI lewat aturan devisa ekspor agar dolar tidak diparkir di luar negeri, upaya serupa bank sentral lain menstabilkan kurs.

Tren ini menunjukkan pasar saham dan forex terpisah arah akibat faktor domestik kuat lawan tekanan eksternal. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#menteri keuangan #Purbaya Yudhi Sadewa #dana asing #indeks harga saham gabungan #rupiah melemah #ihsg