RADARTUBAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memulai proses verifikasi data ribuan penerima rumah bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Lebih dari 300 anggota tim verifikasi dilakukan di Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada Minggu (18/1) sebelum diterjunkan ke lokasi terdampak.
Langkah ini memasuki fase krusial pascabencana yang merusak puluhan ribu rumah.
Data sementara pada (18/1), mencatat 9.707 unit rumah rusak berat, 26 unit hilang, serta 62.634 unit rusak ringan akibat banjir.
Dari total tersebut, sebanyak 1.297 unit hunian sementara (huntara) insitu telah disiapkan, sementara 1.266 unit hunian tetap komunal direncanakan di lahan pemerintah.
Selain itu, 4.420 kepala keluarga memilih skema tunggu perumahan sementara.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Utara, Fauzan, menyerahkan data kerusakan rumah secara bertahap kepada BNPB untuk verifikasi lanjutan.
Bupati Aceh Utara, Tarmizi A Jalil, tekanan ketelitian pendataan agar tak ada korban tertinggal.
Hunian sementara dibangun di atas tanah milik korban, sementara perumahan tetap komunal di lahan pemerintah daerah. Korban dengan subsidi Rp 500.000 per bulan tak lagi dapat berburu. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama