RADARTUBAN - Kementerian Pertahanan secara resmi melantik 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional, salah satunya Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe, vokalis band Letto sekaligus putra budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa seluruh tenaga ahli yang dilantik akan menjalankan tugas memberikan masukan, kajian, serta rekomendasi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional.
“Dalam mekanisme kerjanya, tenaga ahli menyampaikan pandangan dan rekomendasi melalui forum serta tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang telah ditetapkan,” ujar Rico kepada wartawan di Jakarta, Minggu.
Selain Noe Letto, salah satu tenaga ahli yang turut dilantik adalah Frank Alexander Hutapea, putra sulung pengacara Hotman Paris Hutapea.
Menurut Rico, kehadiran para tenaga ahli dengan latar belakang keahlian yang beragam diharapkan dapat memperkaya perspektif strategis Dewan Pertahanan Nasional.
Ia menegaskan, para tenaga ahli akan berkontribusi dalam bentuk pemikiran lintas disiplin, mencakup sudut pandang sosial, kebudayaan, hingga komunikasi strategis yang relevan untuk memperkuat kualitas kajian pertahanan negara.
Pemikiran dan rekomendasi yang disampaikan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan kolektif bagi pimpinan Dewan Pertahanan Nasional, termasuk Menteri Pertahanan.
Meski demikian, keputusan akhir tetap berada dalam kerangka kelembagaan dan mengedepankan kepentingan strategis pertahanan nasional.
Rico memastikan bahwa pengangkatan tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional sepenuhnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas perumusan kebijakan pertahanan Indonesia.
Proses tersebut, kata dia, tidak didasarkan pada latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya.
“Pengisian tenaga ahli ini murni untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan, tidak dikaitkan dengan aspek personal atau hubungan kekerabatan,” tegasnya.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni