Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Indonesia Masuk Top Tiga Incaran Investasi Jepang, UMKM Diminta Naik Kelas untuk Menembus Pasar Global

Tulus Widodo • Selasa, 20 Januari 2026 | 16:31 WIB

NAIK KELAS : Salah satu pelaku UMKM lokal Tuban yang membuka stan di Citimall Tuban.
NAIK KELAS : Salah satu pelaku UMKM lokal Tuban yang membuka stan di Citimall Tuban.

RADARTUBAN - Jepang membaca Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan mitra strategis jangka panjang.

Posisinya jelas: Indonesia kini masuk tiga besar negara tujuan investasi paling diminati perusahaan Jepang.

Angka itu bukan basa-basi diplomatik, melainkan hasil survei lembaga independen di Jepang yang memotret minat riil pelaku usaha Negeri Sakura.

Baca Juga: UMKM Binaan BRI Kain Indonesia by Shifara Hidupkan Wastra Nusantara Lewat Koleksi Batik Office Wear Modern

Namun ada catatan tegas di balik peluang besar itu. Produk Indonesia—terutama UMKM—harus siap naik kelas. Tanpa standar internasional, pintu pasar global akan tetap setengah tertutup.

Standar Bukan Formalitas, Tapi Syarat Bertahan

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Fajarini Puntodewi, menekankan bahwa ekspor bukan soal mengirim barang, melainkan soal kesesuaian kebutuhan pasar.

“Produk yang diekspor dari Indonesia, kalau masuk barang ke sana (negara tujuan) itu kan (harus) sesuai dengan standarnya (negara tujuan). Makanya kenapa bisnis-bisnis itu kan (diharapkan) juga supaya standarnya sudah sama. Karena kita kalau kirim barang itu, kan, harus sesuai dengan permintaan pasar,” ujar Fajarini saat Business Matching Perusahaan Jepang–Indonesia di kantor Kemendag, Selasa (20/1) dilansir dari JawaPos.com.

Baca Juga: Modal Rp 15 Juta Ubah Nasib, UMKM Semarang Ini Buktikan KUR BRI Cair dalam Sehari

Pesannya gamblang: standar bukan pelengkap, melainkan tiket masuk. Tanpa itu, produk lokal akan kalah sebelum bersaing.

Business Matching, Jalan Pintas Membaca Selera Dunia

Indonesia sejatinya punya modal besar—bahan baku melimpah, tenaga kerja kompetitif, dan kreativitas produk.

Yang kerap hilang hanyalah pemahaman detail soal selera dan standar pasar global.

Di sinilah program business matching memainkan peran krusial.

Pertemuan langsung antara UMKM lokal dan pembeli asing bukan sekadar ajang pamer produk, melainkan ruang belajar yang nyata.

“Kalau (nanti) bisa berkembang, mereka bisa kolaborasi lebih dalam, kita juga bisa memperbesar suplai kita,” tambah Fajarini.

Jepang Sebagai Gerbang Standar Dunia

Presiden Direktur Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta, Shinji Hirai, melihat kolaborasi Indonesia–Jepang sebagai proses saling mengukur kualitas.

Baca Juga: Merintis dari Rumah, UMKM Bumbu Kemasan Iswara Food Bangkit Berkat Pemberdayaan BRI

“Acara hari ini menjadi awal, supplier Indonesia tahu apa sih yang dibutuhkan atau standar seperti apa yang di-acc oleh Jepang, yang di oke-kan oleh Jepang dan orang Jepang pun tahu produk Indonesia itu kualitasnya sampai mana sih yang ternyata bisa dibawa ke Jepang atau harus ditingkatkan,” ungkap Hirai.

Jepang, dalam konteks ini, bukan tujuan akhir. Ini adalah barometer. Lolos di Jepang berarti peluang terbuka lebar ke pasar lain.

“Tentu saja kalau produknya sudah standar internasional, tidak hanya ke Jepang, tapi bisa memperluas lagi ke negara-negara yang lain,” imbuhnya.

Top 3 Investasi, Tapi Seleksi Tetap Ketat

Fakta bahwa Indonesia masuk tiga besar negara tujuan investasi Jepang adalah sinyal kuat. Namun sinyal itu disertai seleksi ketat. Investor Jepang dikenal disiplin, detail, dan tidak kompromi soal kualitas.

“Jadi ini memang dilakukan survei oleh suatu lembaga survei di Jepang, bukan Jetro ya, diadakan survei negara mana yang menjadi masuk peringkat yang ingin diinvestasikan di Jepang, dan Indonesia masuk top 3 negara yang banyak perusahaan Jepang itu tertarik untuk investasi,” jelas Hirai.

Artinya, peluang terbuka lebar—tetapi hanya bagi mereka yang siap. UMKM Indonesia kini berada di persimpangan: bertahan di pasar lokal, atau berbenah untuk bermain di level global. Jepang sudah memberi sinyal. Tinggal bagaimana Indonesia menjawabnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#investasi #UMKM #jepang #pasar global #Indonesia