Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Antisipasi Banjir, Kementerian PU Kerahkan Kapal Keruk Normalisasi 23 Muara di Sumatera Rusak Diselamatkan Kapal Keruk

Ika Nur Jannah • Rabu, 21 Januari 2026 | 16:59 WIB
Ilustrasi banjir bandang Sumatra
Ilustrasi banjir bandang Sumatra

RADARTUBAN - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) gencar menangani 23 muara sungai yang rusak akibat bencana banjir bandang di Sumatera, dengan mengandalkan kapal keruk sebagai solusi utama. 

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pendekatan krusial ini untuk memulihkan aliran sungai dan mencegah banjir susulan.

Sebagian besar muara terdampak, terutama di sungai besar, memerlukan kapal keruk karena ekskavator biasa tidak cukup efektif membersihkan sedimen tebal. 

Hanya satu hingga tiga lokasi, seperti Krueng Meureudu, yang dapat ditangani tanpa alat berat khusus ini.

Di Sumatera Utara, 11 muara sungai terdampak dengan delapan penanganan sudah direncanakan dan tiga masih menunggu. 

Aceh mencatat delapan muara rusak, satu sedang diproses, dua dalam rencana, serta lima belum tercapai.

Sementara Sumatera Barat punya empat muara masalah, tiga sudah terselesaikan dan satu dalam tahap perencanaan.

Prioritas Rehabilitasi Jangka Panjang

Penggunaan kapal keruk dirancang agar material matang kerukan dimanfaatkan sebagai timbunan tanggul kuat, bukan sekadar dibuang. 

Dody menekankan proses ini bagian dari rehabilitasi penuh, bukan tanggap darurat belaka, untuk menghadapi musim hujan berikutnya. Saat ini, PU juga mempercepat penguatan tanggul kota dan normalisasi sungai kecil. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#muara sungai #Menteri PU #Banjir Bandang #Sumatra #Dody Hanggodo #Kapal Keruk #sungai