RADARTUBAN - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menerapkan strategi inovatif untuk Haji 2026 dengan menugaskan petugas yang sudah pernah berhaji langsung ke Mina, melewati Arafah.
Langkah ini diambil guna memaksimalkan pelayanan pada fase puncak Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).
Laksma TNI Harun Arrasyid menjelaskan, petugas berpengalaman ini akan "diterjunkan" dari hotel atau pemondokan di Makkah langsung ke Mina bersamaan pergerakan jamaah dari Muzdalifah.
Tujuannya, mengisi pos-pos krusial seperti Mobile Crisis Rescue di Jamarat lebih awal demi mengantisipasi kepadatan dan kelelahan personel.
Evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan kesenjangan pelayanan akibat faktor stamina, sehingga inovasi ini diharapkan menutup kekurangan sekecil apa pun.
Kemenhaj sedang gencar melatih 1.636 calon petugas di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dengan metode semi-militer untuk tingkatkan fisik, disiplin, dan pemahaman medan.
Menteri Haji Mochammad Irfan menegaskan, pembinaan SDM ini kolaboratif lintas sektor demi profesionalisme layanan di Tanah Suci. Diklat tahap luring hingga (30/1), ini jadi pondasi strategi Armuzna optimal.
Kebijakan ini bagian dari persiapan menyeluruh Kemenhaj menghadapi Haji 2026, termasuk skema murur dan tanazul bagi lansia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni