RADARTUBAN - Warga yang tinggal di kawasan sekitar aliran Kali BCT atau dikenal dengan Cengkareng Drain, Jakarta Barat, heboh setelah ditemukannya jasad bayi yang mengapung di tengah tumpukan limbah pada Rabu pagi, tanggal (21/1).
Saat proses evakuasi dilakukan, jenazah bayi ditemukan dalam keadaan yang sangat memprihatinkan karena sudah mulai mengalami pembusukan, sekitar jam 10.45 WIB.
Sejumlah petugas gabungan yang terdiri dari personel TNI, Kepolisian, serta anggota BPBD bekerja sama untuk mengangkat jasad tersebut dari permukaan sungai yang kondisinya tertutup banyak sampah.
Kejadian yang menyedihkan tersebut terungkap setelah adanya laporan dari Undih Noviana.
Seorang petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dari Unit Penanganan Sampah Badan Air, yang saat itu sedang menjalankan tugas rutin membersihkan area sekatan sungai sekitar pukul 06.00 WIB.
Awalnya, Undih tidak menyangka sama sekali bahwa benda yang terselip di antara tumpukan sampah tersebut adalah tubuh manusia, karena Undih sempat berasumsi bahwa benda itu hanyalah sekadar boneka bekas yang dibuang oleh orang.
Undih menjelaskan pada hari Rabu (21/1) dirinya menemukan jasad itu pertama kali saat berniat membersihkan area sungai pada pagi hari.
Setelah itu Undih mulai curiga ketika dirinya bergerak mendekati objek tersebut karena merasa ada sesuatu yang janggal dengan benda yang tadinya dikira boneka dari kejauhan.
Rasa kagetnya pun tidak terbendung saat Undih menyadari bahwa benda tersebut ternyata sudah dikerubungi oleh serangga dan mengeluarkan aroma busuk yang sangat tajam.
Dia memastikan bahwa itu adalah jenazah anak kecil yang sudah dihinggapi lalat dan belatung.
Menurut keterangan Undih, kondisi fisik dari bayi malang tersebut sudah sangat rusak dengan warna kulit yang juga berubah menjadi putih pucat.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa jasad tersebut kemungkinan besar telah berada di dalam air untuk periode waktu yang cukup lama.
Dia juga memperkirakan bahwa bayi tersebut bukanlah bayi yang baru saja dilahirkan, tetapi diduga sudah memiliki usia sekitar satu bulan jika dilihat dari ukuran fisiknya.
Setelah memastikan temuannya tersebut, dia langsung menghubungi pihak atasan serta koordinator lapangannya agar informasi ini bisa diteruskan kepada aparat kepolisian.
Tidak berselang lama, Tim Inafis dari Polres Metro Jakarta Barat datang ke lokasi kejadian guna melakukan proses identifikasi awal terhadap jasad tersebut.
Iptu Aang Kaharudin selaku Kanit Reskrim Polsek Cengkareng memberikan konfirmasi bahwa jenazah bayi berjenis kelamin laki-laki itu telah dievakuasi dan sedang menunggu tahap identifikasi lebih lanjut serta pendalaman kasus.
Saat ini, kepolisian masih terus melakukan investigasi secara mendalam guna mencari tahu identitas orang tua atau pelaku yang bertanggung jawab atas tindakan keji membuang bayi tersebut ke sungai. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni