RADARTUBAN - Bank Indonesia memberikan kepastian bahwa akselerasi perluasan jangkauan layanan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS antarnegara atau yang dikenal sebagai QRIS lintas batas akan terus dipacu secara maksimal.
Bank Indonesia telah menetapkan target yang sangat spesifik pada periode tiga bulan pertama atau Kuartal I-2026.
Saat ini sistem pembayaran digital kebanggaan nasional sudah dapat diimplementasikan dan mulai digunakan oleh masyarakat di Tiongkok serta Korea Selatan, menyusul keberhasilan koneksi yang sebelumnya telah terjalin dengan beberapa negara besar di kawasan Asia.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, memaparkan bahwa ekosistem QRIS lintas negara saat ini sesungguhnya telah aktif dan dapat dinikmati oleh pengguna di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang.
Dengan demikian, ekspansi ke negara-negara baru merupakan bagian dari strategi berkelanjutan BI.
Melalui konferensi pers yang diselenggarakan secara daring Filianingsih menyampaikan optimisme serta harapan besarnya agar proses integrasi sistem dengan Tiongkok dan Korea Selatan bisa rampung sebelum periode Kuartal I-2026 berakhir.
Selain dua negara tersebut, Bank Indonesia ternyata juga sedang melakukan penjajakan kerja sama yang sangat serius dengan India.
Melalui serangkaian diskusi intensif yang sejauh ini menunjukkan prospek yang sangat menggembirakan bagi kedua belah pihak.
Bahkan rencananya BI juga akan membuka pintu pembicaraan serupa dengan otoritas keuangan di beberapa negara mitra potensial lainnya.
Selain itu, Bank Indonesia juga telah menetapkan sasaran pertumbuhan yang sangat masif sepanjang tahun 2025 dengan target mencapai angka 17 miliar transaksi QRIS serta memperluas jaringan kerja sama hingga mencakup 8 negara mitra lintas batas.
Dari aspek penyediaan atau sisi penawaran, BI menargetkan setidaknya ada 45 juta pedagang atau merchant yang siap menerima pembayaran melalui QRIS.
Sementara dari sisi permintaan atau pengguna, jumlahnya diproyeksikan akan menyentuh angka 60 juta individu yang aktif menggunakan layanan ini.
Berdasarkan data yang dipaparkan sebelumnya oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, kinerja ekonomi dan keuangan digital di Indonesia memang menunjukkan pencapaian yang sangat luar biasa pada penutupan Kuartal IV-2025.
Dimana total volume transaksi pembayaran digital secara keseluruhan berhasil mencapai angka 14,26 miliar transaksi atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 39,21 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Tren kenaikan yang pesat ini didukung oleh penetrasi kanal digital yang semakin dalam di masyarakat, seperti internet banking yang mengalami kenaikan sebesar 15,10 persen secara tahunan serta aplikasi mobile banking yang tumbuh sebesar 12,10 persen.
Yang paling mencuri perhatian adalah performa transaksi melalui QRIS, yang mana transaksi dengan QRIS tersebut pertumbuhannya tercatat sangat fantastis mencapai angka 139,99 persen secara tahunan pada akhir tahun 2025.
Hal tersebut membuktikan bahwa QRIS telah menjadi instrumen pembayaran digital utama bagi masyarakat Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni