RADARTUBAN - Ribuan warga di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat Jumat (23/1).
Bupati Sumbawa Syaruddin Jarot langsung mengeluarkan surat edaran untuk mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem lanjutan.
Bencana ini menyapu sepuluh kecamatan, termasuk Tarano, Labuhan Bontong, Unteres, Labuang Bontong, Maronge, Sawa, Labang, Rhee, dan lainnya.
Kalakl Pelana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat, menyebut ratusan rumah terendam air, lahan pertanian tergenang, serta fasilitas umum seperti sekolah, balai desa, TPU, dan jalan rusak parah.
Longsor di tebing dan daerah aliran sungai memperparah banjir, sementara satu rumah ambruk di Desa Pulau Labuan akibat angin kencang
Data awal menunjukkan lebih dari seribu warga terdampar, dengan kerusakan ringan hingga berat di permukiman dan infrastruktur.
Di Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, misalnya, 240 rumah terdampar hingga kedalaman 80 cm akibat luapan sungai dan rob gelombang laut
BPBD Sumbawa telah mengerahkan tim Satgas TRC untuk asesmen lapangan, pelaporan, dan distribusi logistik bersama pemerintah desa serta TNI-Polri.
Bupati khawatir akan pentingnya kewaspadaan, terutama di daerah rawan longsor dan banjir bandang.
Koordinasi antarinstansi terus digencarkan untuk evakuasi dan bantuan darurat. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa, namun warga diimbau untuk keluar mandiri jika hujan deras kembali mengguyur. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni