Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jadwal Pelayaran Kapal Lain Ikut Tertunda, Imbas Insiden Kapal Tanker setelah Diterjang Cuaca Ekstrem

Andreyan (An) • Minggu, 25 Januari 2026 | 21:30 WIB
Rapat koordinasi petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjung Pakis bersama lintas sektoral menindaklanjuti insiden kandasnya kapal tanker di perairan Tuban.
Rapat koordinasi petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjung Pakis bersama lintas sektoral menindaklanjuti insiden kandasnya kapal tanker di perairan Tuban.

RADARTUBAN – Insiden terdamparnya kapal tanker MT Abigail W di pesisir Pantai Panduri Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu pada Rabu (21/1) sore berdampak pada pelayaran sejumlah kapal di perairan utara wilayah Jawa Timur.

Pasca insiden kandasnya kapal milik PT Pertamina Trans Kontinental itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjung Pakis mengeluarkan maklumat penundaan pelayaran terhadap seluruh kapal akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan utara dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjung Pakis C.

Metropolitan Jaya menyampaikan, imbuan penundaan keberangkatan kapal-kapal berlaku di semua pelabuhan khusus wilayah Lamongan dan Tuban.

Dia menyampaikan, penundaan keberangkatan kapal-kapal tersebut berlaku selama cuaca buruk melanda.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam dua hari terakhir ketinggian gelombang melebihi dua meter.

‘’Imbauan ini sifatnya hanya menunda keberangkatan. Ketika kondisi cuaca sudah mulai membaik lagi baru kita izinkan untuk berlayar,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Lebih lanjut Metro mengatakan, diperketatnya pemberian izin berlayar terhadap sejumlah kapal mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem di wilayah perairan Jawa Timur.

‘’Langkah ini kami lakukan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan kapal-kapal bersama awak penumpang,’’ tegasnya.

Dia juga mengimbau kepada para nakhoda kapal untuk melakukan pemantauan kondisi cuaca sekurang-kurangnya enam jam sebelum berlayar, serta melaporkan hasilnya kepada Syahbandar saat mengajukan permohonan surat persetujuan berlayar.

‘’Apabila nanti ketika cuaca sudah kembali normal, namun cuaca buruk tiba-tiba melanda, sebaiknya segera mencari tempat yang aman. Imbauan juga ditujukan kepada kapal-kapal yang sedang berlabuh agar juga sigap dan waspada,’’ imbuhnya.(an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Pantai Panduri #pelabuhan #lamongan #pertamina #Cuaca Ekstrem #Jawa Timur