RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto menambah pesanan becak listrik sebanyak 70.000 unit kepada PT Pindad (Persero) untuk dibagikan gratis kepada tukang becak di seluruh Indonesia.
Langkah ini disampaikan oleh Wakil Ketua Gerakan Sosial Nasional (GSN) Nanik S Deyang setelah bertemu langsung dengan Prabowo beberapa hari lalu, saat acara penyerahan 200 unit becak listrik kepada tukang becak lansia di Banyuwangi.
Sebelumnya, pemesanan mencapai sekitar 10.500 unit pada tahap awal pada tahun 2025, kini ditambah hingga total besar untuk rampung pada tahun 2027.
Nanik menirukan ucapan Prabowo, "Oh, saya lupa beritahu kamu. Saya sudah pesan lagi 70.000 becak listrik."
Satu unit becak listrik berharga Rp22 juta, sehingga nilai kesepakatan ini diperkirakan Rp 1,5-2 triliun, dirancang sendiri oleh presiden dengan desain mirip mobilnya yang berwarna putih.
Becak listrik ini akan disebar mulai Jawa Timur dan Jawa Tengah, lalu ke daerah lain, guna ganti becak konvensional yang mengandalkan tenaga manusia.
Bertujuan meringankan beban tukang becak tua, menambah panjang jam kerja, meningkatkan penghasilan, serta mendukung transportasi ramah lingkungan.
Nanik stres, becak ini tak boleh dipindahtangankan atau dijual, dan GSN akan pantau agar bermanfaat nyata kurangi kemiskinan.
GSN meminta pemerintah daerah merumuskan peraturan seperti lokasi pengisian daya dan menjadikan becak wisata untuk kesejahteraan.
Jika rusak selama garansi satu tahun, tukang becak laporkan ke dinas perhubungan, lalu disimpan ke GSN yang kirim teknisi PT Pindad.
Inisiatif ini mendapat apresiasi luas, termasuk dari Komisi VI DPR yang dianggap sebagai perhatian presiden terhadap rakyat kecil. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni