RADARTUBAN - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim membantah keras tudingan jaksa soal pertemuan rahasia dengan Google dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook periode 2019-2022.
Di sela sidang, ia justru menyinggung pertemuan lebih intens dengan teknologi lain.
Nadiem menegaskan, pertemuan dengan Google hanya dua hingga tiga kali pada 2020, dilakukan secara terbuka dan tercatat resmi.
"Tebak berapa kali saya ketemu Microsoft? Empat kali, saya ketemu empat kali dengan yang membuat Windows, kompetitor mereka. Saya juga ketemu dengan Apple dua kali di tahun yang sama," tegasnya seperti dikutip _Kompas.com_.
Sidang ini bagian dari dakwaan jaksa yang menyebut Nadiem meraup Rp 809 miliar dari korupsi digitalisasi pendidikan, termasuk pengadaan laptop Chromebook yang rugikan negara Rp 2,1 triliun.
Nadiem sebut narasi jaksa ciptakan kesan ia dekat Google, padahal interaksinya lebih banyak dengan Microsoft.
Ia heran pertemuan transparan malah disebut mufakat jahat. "Lucu sekali, pertemuan dengan Google yang terbuka dan dicatat berbagai pihak dianggap niat jahat," tambah Nadiem.
Jaksa sebelumnya ungkap aliran dana ke Nadiem dari investasi Google di Gojek atau PT Ajaib, plus pengarahan pengadaan ke produk Chromebook.
Terdakwa lain seperti Ibrahim Arief dan Sri Yuningsih juga diseret dalam kasus ini.
Nadiem nilai tuduhan ini bentuk narasi salah. Sidang berlanjut dengan fokus program digitalisasi yang tak sesuai kebutuhan daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni