Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BPOM Beri Penjelasan Ilmiah Rahasia Tekstur Es Gabus Jadul Mirip Spons

Ika Nur Jannah • Kamis, 29 Januari 2026 | 11:40 WIB

 

Ilustrasi es gabus.
Ilustrasi es gabus.

RADARTUBAN - Es gabus jadul, jajanan tradisional yang kenyal dan berpori, kembali viral karena teksturnya mirip spons.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta memberikan penjelasan ilmiah soal fenomena ini.

BPOM melalui akun media sosialnya menjelaskan, rahasia tekstur es gabus terletak pada interaksi bahan utama seperti tepung hunkue (pati kacang hijau) dan santan.

Proses dimulai dengan mencampurkan kedua bahan tersebut, lalu dipanaskan hingga pati mengalami gelatinisasi, membentuk struktur gel awal yang elastis.

Pada tahap ini, panas memecah granula pati sehingga menyerap cairan dan membengkak, menciptakan jaringan berpori halus.

Hasilnya, adonan berubah menjadi kenyal sebelum masuk freezer.

"Ternyata rahasianya ada pada proses pengolahan dan interaksi bahan yang berperan bikin es gabus jadi kenyal dan unik," demikian keterangan unggahan akun @bpom.jakarta.

Saat pembekuan, terjadi proses retrogradasi atau rekristalisasi pati yang membuat gel semakin stabil dan padat.

Interaksi ini menghasilkan sensasi empuk serta bertekstur seperti gabus atau sponsor saat pengangguran.

BPOM menegaskan, tekstur unik bukan kebetulan melainkan hasil serangkaian reaksi kimia alami dari pemanasan dan pendinginan. Jajanan ini aman dikonsumsi asal dibuat dari bahan pangan layak.

Seperti diketahui, es gabus adalah jajanan tradisional yang lekat dengan kenangan masa kecil banyak orang Indonesia.

Camilan ini dikenal dengan teksturnya yang lembut, sedikit kenyal, dan sensasi dingin yang langsung meleleh di mulut.

Biasanya disajikan dalam bentuk potongan memanjang atau balok kecil, dengan warna-warna cerah yang menggoda selera.

Bahan utama es gabus umumnya sederhana, yakni santan, tepung hunkwe atau tepung beras, gula, dan perisa atau pewarna makanan.

Adonan tersebut dimasak hingga mengental, lalu dituangkan ke dalam cetakan sebelum dibekukan di dalam freezer. Setelah beku, es gabus dipotong-potong dan siap disantap.

Nama “gabus” sendiri merujuk pada teksturnya yang empuk dan ringan, mirip dengan gabus, bukan pada bahan ikan gabus.

Selain rasanya yang manis dan menyegarkan, es gabus juga memiliki nilai nostalgia karena kerap dijajakan oleh pedagang keliling atau dijual di sekolah-sekolah pada era 1990-an hingga awal 2000-an.

Kini, es gabus kembali populer dan sering dihadirkan dalam berbagai acara atau dikreasikan dengan aneka rasa modern, tanpa menghilangkan ciri khasnya sebagai jajanan tradisional yang sederhana, merakyat, dan penuh kenangan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#jakarta #Alami #ilmiah #BPOM #jajanan #tradisional #reaksi kimia #Es Gabus