RADARTUBAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2026.
Anggaran jumbo tersebut difokuskan pada program prioritas yang menyasar peningkatan konektivitas wilayah serta penguatan ketahanan bencana.
Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Rizal Hasibuan, menjelaskan bahwa pagu indikatif Rp 1,9 triliun itu mencakup Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) serta Proyek Strategis Daerah (PSD) di sejumlah bidang.
Untuk sektor kebinamargaan, Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 690 miliar, ditambah PSD kebinamargaan senilai Rp 356 miliar.
Baca Juga: 51 Ribu Siswa Korban Banjir Sumut Bebas Biaya Sekolah SMA/SMK, Bobby Alokasikan Rp 22 Miliar
Sementara di bidang sumber daya air, PHTC digarap dengan anggaran Rp 258 miliar, serta PSD senilai Rp 57 miliar.
Tak hanya fokus pada pembangunan, Pemprov Sumut juga menyiapkan anggaran khusus pascabencana.
Rinciannya, Rp 151 miliar dialokasikan untuk kebinamargaan dan Rp 59 miliar untuk sektor sumber daya air.
“Selain itu, kami juga memperkuat upaya antisipasi bencana melalui pengadaan alat berat senilai Rp 46 miliar. Ini menyusul keterbatasan peralatan saat penanganan tanggap darurat pada akhir 2025,” ujar Rizal.
Paparan tersebut disampaikan Rizal dalam temu pers di Lobi Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (28/1).
Melalui alokasi anggaran ini, Pemprov Sumut menargetkan terwujudnya infrastruktur terintegrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara merata di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama