Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kepala Bappenas Tegaskan Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja Nasional

Ika Nur Jannah • Jumat, 30 Januari 2026 | 16:05 WIB
Menteri PPN/kepala Bappenas, Rachmat Pambudy
Menteri PPN/kepala Bappenas, Rachmat Pambudy

RADARTUBAN – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tingkat urgensi yang lebih tinggi dibandingkan penciptaan lapangan kerja.

Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat saat menghadiri Prasasti Economic Forum 2026 bertajuk “Navigating Indonesia's Next Chapter” yang digelar di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/1).

Baca Juga: Kepala BGN Angkat Bicara soal THR Pegawai MBG Jelang Lebaran 2026, Begini Aturannya

MBG Dinilai Lebih Mendesak

Rachmat menjelaskan bahwa perdebatan yang mempertentangkan antara program MBG dan penciptaan lapangan kerja dinilai kurang tepat.

Menurutnya, kedua hal tersebut justru saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

“Saat saya ditanya mengenai pentingnya MBG, saya katakan sangat penting. Apakah MBG lebih mendesak dibandingkan menciptakan lapangan kerja? Saya berpendapat MBG lebih mendesak,” ujar Rachmat, dikutip dari Kompas.

Baca Juga: Kronologi 14 Siswa SMPN 1 Montong Diduga Keracunan MBG dari SPPG Montongsekar Tuban

Fondasi Sosial Sebelum Masuk Dunia Kerja

Ia menilai MBG berfungsi sebagai fondasi sosial yang krusial. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi, masyarakat akan memiliki kondisi fisik dan sosial yang lebih siap untuk memanfaatkan peluang kerja yang tersedia.

Menurut Rachmat, tanpa fondasi kesehatan dan gizi yang baik, upaya penciptaan lapangan kerja tidak akan berjalan optimal.

Prioritas untuk Kelompok Rentan

Program MBG juga dipandang sebagai infrastruktur sosial yang mendesak, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia yang tinggal sendiri.

Pemerintah berkomitmen menyalurkan makanan bergizi langsung ke rumah penerima manfaat setiap hari.

Dorong Ekonomi dan Libatkan UMKM

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, MBG juga memberikan efek ekonomi yang signifikan.

Saat ini, program tersebut telah melibatkan sekitar 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai perusahaan dalam rantai pasok nasional.

Keterlibatan ini dinilai turut membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah.

Serap Jutaan Tenaga Kerja

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program MBG telah menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja.

Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga 1 juta tenaga kerja melalui vendor dan pemasok, serta tambahan sekitar 3 juta tenaga kerja lainnya.

Optimisme itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari lalu.

MBG Bukan Sekadar Bantuan

Rachmat menegaskan bahwa MBG bukan hanya program bantuan sosial, melainkan juga “mesin” penciptaan lapangan kerja berskala besar yang berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Ada yang mengatakan lebih baik memberi kail daripada ikan. Namun, jika hanya diberi kail, bisa jadi kesempatan itu sudah hilang,” pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ppn #bappenas #Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional #Rachmat Pambudy #Mbg #Urgensi #lapangan kerja