Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Emas Dunia Tembus US$ 5.500, Jadi Safe Haven di Tengah Gejolak Global

Rista Dwi Indarwati • Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:26 WIB
Harga emas antam
Harga emas antam

RADARTUBAN – Awal tahun 2026 menandai babak baru dalam sejarah pasar logam mulia dunia.

Harga emas global resmi menembus level psikologis US$ 5.500 per troy ons, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sekaligus menegaskan posisinya sebagai instrumen investasi paling aman di tengah ketidakpastian global.

Pada perdagangan Kamis (29/1), harga emas di pasar spot melonjak hingga menyentuh US$ 5.506,86 per troy ons.

Dalam kondisi pasar yang sangat volatil, harga emas bahkan sempat melesat ke level US$ 5.591 per troy ons sebelum mengalami penyesuaian.

Geopolitik dan Inflasi Jadi Pemicu Utama

Lonjakan tajam harga emas ini tidak terjadi tanpa sebab. Ketegangan geopolitik yang terus meningkat, ditambah tekanan inflasi global yang belum mereda, mendorong investor beralih ke aset lindung nilai yang lebih aman.

Baca Juga: Danantara Bahas Pengalihan Tambang Emas Martabe ke PT Perminas untuk Perkuat Kendali Negara

Kebijakan bank sentral dunia yang masih mempertahankan suku bunga di tengah inflasi tinggi juga memperkuat daya tarik emas sebagai pelindung nilai kekayaan.

Selama delapan pekan berturut-turut, harga emas terus mencatat penguatan tanpa jeda signifikan.

Dampak Langsung ke Harga Emas Domestik

Tren global tersebut turut berdampak langsung ke pasar dalam negeri. Harga emas batangan Antam kini mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, berada di kisaran Rp 2,96 juta hingga Rp 3 juta per gram.

Kenaikan serupa juga terjadi pada emas Pegadaian, baik produk Galeri 24 maupun UBS, yang sama-sama mengalami lonjakan harga signifikan seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Bank Sentral dan Investor Besar Borong Emas

Fenomena lain yang memperkuat harga emas adalah aksi pembelian besar-besaran oleh bank sentral berbagai negara.

Langkah ini dilakukan sebagai strategi diversifikasi cadangan devisa sekaligus mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu.

Tak hanya institusi negara, sektor swasta juga ikut masuk ke pasar emas fisik. Salah satunya adalah grup kripto Tether yang berencana mengalokasikan sekitar 10–15 persen portofolionya ke emas batangan.

Aksi ini memberikan bantalan kuat bagi harga emas agar tidak mudah terkoreksi dalam.

Baca Juga: Harga Emas Cetak Rekor Tembus 5 Ribu Dolar AS per Ons, Analis Ungkap Potensi Meledak hingga 10 Ribu Dolar

Perak Ikut Cetak Rekor

Tak hanya emas, logam mulia lain juga ikut menikmati reli harga. Perak dunia tercatat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 117,76 per troy ons, atau melonjak lebih dari 60 persen sepanjang tahun ini.

Emas Jadi Tameng Finansial 2026

Dengan kombinasi ketidakpastian politik global dan kuatnya permintaan fisik, emas diproyeksikan tetap menjadi primadona investasi sepanjang 2026.

Bagi masyarakat, emas kini tidak lagi sekadar perhiasan, melainkan tameng finansial utama untuk menjaga nilai aset di tengah ekonomi global yang kian sulit diprediksi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#perak #investasi #Pasar Logam Mulia #harga emas