RADARTUBAN – Energi angin lepas pantai atau offshore wind kini semakin ramai dibicarakan di berbagai negara.
Bukan tanpa alasan, sumber energi terbarukan ini dinilai memiliki masa depan cerah dan berpotensi menjadi tulang punggung transisi energi bersih dunia menuju tahun 2050.
Angin Laut, Sumber Energi yang Menjanjikan
Energi angin lepas pantai adalah listrik yang dihasilkan dari turbin angin yang dipasang di tengah laut.
Dibandingkan daratan, angin di wilayah perairan cenderung lebih kencang, stabil, dan konsisten karena tidak terhalang bangunan maupun pegunungan.
Kondisi ini membuat pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai mampu menghasilkan energi dalam jumlah besar dengan tingkat keandalan yang tinggi.
Baca Juga: Bukan Jalan Kaki atau Lari, Olahraga Ini Terbukti 4 Kali Lebih Efisien Secara Energi
Kapasitas Global Terus Melesat
Berdasarkan laporan Global Wind Energy Council (GWEC), kapasitas pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai dunia telah mencapai 83 gigawatt (GW). Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 73 juta rumah.
Lebih lanjut, kapasitas offshore wind global diperkirakan melonjak signifikan dari 8 GW pada 2024 menjadi 34 GW pada 2030.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa teknologi angin lepas pantai berkembang pesat dan semakin diminati sebagai solusi energi bersih.
Peran Strategis Menuju Energi Bersih 2050
Menurut International Renewable Energy Agency (IRENA), angin lepas pantai memiliki nilai strategis karena lokasinya dekat dengan kawasan pesisir, menghasilkan energi lebih besar per meter persegi, serta dapat dibangun dalam skala besar hingga gigawatt.
IRENA memprediksi offshore wind akan menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan dunia menuju sistem energi bersih dan rendah emisi pada 2050.
Dua Teknologi Fondasi Turbin Angin
Dalam pengembangannya, energi angin lepas pantai menggunakan dua jenis fondasi utama.
Pertama, fixed-bottom, yaitu turbin dengan fondasi baja yang ditanam langsung ke dasar laut dan cocok untuk perairan dangkal.
Kedua, floating atau terapung, di mana turbin dipasang di atas platform mengapung yang diikat dengan kabel ke dasar laut.
Teknologi ini memungkinkan pembangunan pembangkit angin di perairan yang lebih dalam dan memperluas wilayah potensial pengembangan.
Baca Juga: Energi Baru Zodiak Leo: Karier Melejit, Cinta Mekar di 2026
Peluang dan Tantangan di Indonesia
Perkembangan energi angin lepas pantai kini tidak hanya terpusat di Eropa dan China. Negara-negara Asia, termasuk Indonesia, mulai melirik potensi besar sumber energi ini.
Dengan garis pantai yang panjang dan karakter angin laut yang kuat, Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengembangkan offshore wind.
Namun, tantangan masih membayangi, mulai dari keterbatasan infrastruktur kelistrikan, pengaturan ruang laut, hingga kebutuhan investasi dan penguasaan teknologi.
Harapan Masa Depan Energi Nasional
Jika berbagai hambatan tersebut dapat diatasi, energi angin lepas pantai berpotensi menjadi solusi penyedia listrik bersih, terutama bagi wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil.
Selain itu, pengembangan offshore wind juga dapat mendukung target energi terbarukan nasional serta membuka lapangan kerja baru di sektor energi hijau.
Dengan langkah yang tepat, hembusan angin dari laut bukan hanya menjadi potensi, tetapi benar-benar bisa diwujudkan sebagai sumber energi bersih masa depan Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni