Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Meluas Jadi 30.000 Meter Persegi

Ika Nur Jannah • Minggu, 1 Februari 2026 | 09:39 WIB

 

Fenomena Lubang Raksasa misterius di Desa pondok belik, kecamatan keto. Aceh Tengah.
Fenomena Lubang Raksasa misterius di Desa pondok belik, kecamatan keto. Aceh Tengah.

RADARTUBAN - Lubang raksasa di Aceh Tengah kini meluas mencapai lebih dari 30.000 meter persegi, mengancam infrastruktur vital dan organisasi warga.

Fenomena longsor tanah ini terus membesar sejak tahun 2000-an, memicu kekhawatiran serius di kalangan dan pemerintah masyarakat daerah.

Lubang besar tersebut berada di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Awalnya terdeteksi sejak awal tahun 2000-an dengan luas sekitar 7.000 meter persegi pada tahun 2021.

kini telah berkembang pesat menjadi lebih dari 30.000 meter persegi per Januari 2026, merusak jalan utama Jalaner-Balik dan lahan pertanian warga.

Kedalaman lubang di beberapa titik mencapai 100 meter, dengan jarak hanya tiga meter dari badan jalan kabupaten yang menghubungkan Aceh Tengah ke Bener Meriah.

PLN bahkan memindahkan tower SUTET untuk mencegah amblas, sementara akses transportasi dialihkan ke jalur alternatif.

Penyebab utama adalah struktur geologi wilayah yang didominasi Formasi Geureudong, batuan vulkanik tufa dan piroklastik dari Gunung Api purba Geureudong yang tidak aktif.

Kondisi tanah labil diperparah gempa bumi satu tahun terakhir, curah hujan tinggi, serta beban longsor yang memicu pergeseran lapisan tanah secara bertahap.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, Ikhlas, mencatat perkembangan pesat ini dari 28.000 meter persegi pada tahun 2022 menjadi 30.000 meter persegi sekarang. BPBD Aceh Tengah terus melakukan upaya pencegahan bencana lebih lanjut.

Longsor ini telah memutus akses jalan, merusak perkebunan, dan mendekati rumah warga serta menara listrik.

Petugas melakukan pemantauan intensif dengan mempertimbangkan tanah berpasir yang tidak stabil.

Pemerintah daerah menyiapkan evakuasi jika diperlukan, sementara warga diminta menjauh dari daerah rawan. Fenomena ini menjadi pengingat risiko geologis di kawasan vulkanik Aceh. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#lubang raksasa #pertanian #aceh #lahan