Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

IHSG Tertekan di Zona Merah, Airlangga Sebut FOMO Investor Ritel Picu Tekanan Jual Saham

M Robit Bilhaq • Selasa, 3 Februari 2026 | 19:35 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

RADARTUBAN - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan tanggapannya terkait dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan yang masih tertahan di zona negatif pada sesi perdagangan hari Senin (2/2).

Airlangga melihat bahwa keberadaan aliran dana masuk bersih dari pemodal internasional adalah sebagai pertanda baik yang menunjukkan pulihnya keyakinan terhadap ekosistem pasar modal di Indonesia.

Tekanan Jual Dipicu Kekhawatiran Investor Ritel

Menurut pandangan Airlangga, tekanan jual yang berlangsung saat ini lebih dipicu oleh rasa khawatir yang berlebihan dari para pemodal ritel atau adanya kecemasan karena takut tertinggal akan informasi terkait rencana pengetatan aturan mengenai porsi saham publik sebesar lima belas persen.

Baca Juga: Pasar Saham Malaysia Diprediksi Dilirik Investor Asing 2026, IHSG Indonesia Alami Koreksi Tajam

Isu Saham Manipulatif Picu Kepanikan

Kecemasan tersebut muncul dari para investor yang memiliki anggapan bahwa saham-saham yang saat ini mereka miliki tergolong dalam kategori saham yang dimanipulasi secara tidak wajar.

Akibatnya, para investor merasa bahwa aset mereka tersebut nantinya akan terdampak oleh regulasi baru yang mengharuskan kenaikan jumlah saham yang beredar di masyarakat menjadi minimal lima belas persen.

Saham Fundamental Kuat Tetap Menguat

Meski demikian, Airlangga tetap memperhatikan bahwa saham-saham yang memiliki landasan kinerja keuangan yang kokoh masih menunjukkan tren kenaikan harga.

Keyakinan Investor Asing terhadap Kebijakan Pemerintah

Airlangga juga menekankan bahwa arus modal asing yang masuk ke pasar saham Indonesia mencatatkan posisi beli bersih pada perdagangan kemarin.

Hal tersebut dinilai sebagai cerminan bahwa para pemodal luar negeri menaruh kepercayaan besar terhadap berbagai langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, serta Bursa Efek Indonesia.

Airlangga menegaskan bahwa masuknya aliran dana asing tersebut menjadi bukti nyata adanya keyakinan internasional terhadap upaya perbaikan yang sedang berjalan.

Purbaya Optimistis IHSG Segera Pulih

Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa indeks saham akan segera merangkak naik kembali dalam waktu yang tidak lama lagi.

Proses Seleksi Pimpinan OJK Jadi Sentimen Positif

Keyakinan Purbaya tersebut bersumber pada proses pemilihan jajaran pimpinan tertinggi Otoritas Jasa Keuangan yang segera dilaksanakan.

Purbaya menjelaskan bahwa tim panitia seleksi sudah mulai bekerja sejak saat ini dan prosesnya sudah mulai berjalan.

Baca Juga: Dirut Bursa Efek Indonesia Iman Rachman Mundur Usai IHSG Bergejolak, Berikut Alasannya

Target Ketua OJK Baru dalam Dua Pekan

Purbaya memperkirakan bahwa dalam kurun waktu satu minggu ini, nama-nama yang dipersiapkan untuk menempati posisi ketua sudah akan tersedia.

Lebih jauh lagi, Purbaya menargetkan dalam waktu maksimal dua minggu, lembaga pengawas keuangan tersebut sudah memiliki ketua baru yang bersifat tetap. (*)

Fluktuasi Indeks Dinilai Hal Wajar

Purbaya berpendapat bahwa masyarakat luas tidak perlu merasa terlalu khawatir karena fluktuasi indeks merupakan hal yang lumrah, di mana setelah terjadi penurunan biasanya akan diikuti dengan kenaikan.

Purbaya sangat yakin bahwa adanya penyegaran kepemimpinan di internal OJK akan bertindak sebagai sentimen positif yang mendorong penguatan indeks saham.

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Jual saham #investor #Menteri Koordinator Bidang Perekonomiam #fomo #indeks harga saham gabungan #ritel #airlangga hartanto