RADARTUBAN- Peristiwa memilukan terjadi di Kebumen. Seorang anggota Satpol PP, Mochamad Faik, 33, warga Kelurahan Kebumen, harus kehilangan nyawanya saat menjalankan tugas negara.
Pada Senin (2/2) sore, Faik tengah membantu proses evakuasi seorang Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Namun, ketika ia diserang dengan celurit, keadaan yang seharusnya aman berubah menjadi tragis. Faik meninggal dalam serangan itu, meninggalkan duka bagi keluarganya, rekan kerjanya, dan masyarakat Kebumen.
Baca Juga: Jumlah ODGJ Terus Meningkat ,Pemkab Tuban Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit Jiwa
Serangan Terjadi Saat Proses Evakuasi
Situasi tragis itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Desa Krakal, Kecamatan Alian.
Mochamad Faik menghadapi serangan ODGJ yang tiba-tiba saat dievakuasi. Bagian lehernya terluka akibat serangan senjata tajam.
Takdir tidak dapat dihindari hingga Faik akhirnya meninggal di lokasi kejadian.
ODGJ Diketahui Membawa Senjata Tajam
Ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Desa Krakal, Kecamatan Alian, ketika seorang ODGJ yang dianggap membahayakan warga sekitar dicoba tenangkan dan amankan oleh kelompok yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, dan tenaga medis Puskesmas.
Karena orang tersebut dikenal membawa banyak senjata tajam, seperti celurit, parang, dan linggis, keadaan menjadi tegang.
Kepala Satpol PP Kebumen Benarkan Kejadian
Dikutip dari Radar Jogja, Kepala Satpol PP Kebumen, Ira Puspitasari, membenarkan kabar duka tersebut.
“Peristiwa itu terjadi saat proses evakuasi. Yang bersangkutan memang membawa senjata tajam,” ujar Ira, Selasa (3/2).
Duka Mendalam Jajaran Satpol PP
Ira Puspitasari, Kepala Satpol PP Kebumen, tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangan atas wafatnya Mochamad Faik.
Ia menyebut, seluruh jajaran Satpol PP sangat terpukul kehilangan salah satu putra terbaik yang gugur saat menjalankan tugas.
Upaya Persuasif Tak Membuahkan Hasil
Sebelum turun ke lapangan, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, dan tenaga medis Puskesmas sebenarnya telah melakukan koordinasi matang.
Semua langkah disusun dengan hati-hati agar risiko bisa ditekan sekecil mungkin.
Namun, kenyataan di lapangan tidak semudah rencana. Proses evakuasi berjalan alot karena ODGJ tersebut memilih mengunci diri di dalam rumah.
Berbagai upaya persuasif yang dilakukan petugas—mulai dari membujuk dengan kata-kata hingga memberi kesempatan untuk tenang—tak kunjung membuahkan hasil. Situasi pun semakin tegang, menandai awal dari tragedi yang tak terduga.
Suasana Duka di RSDS Kebumen
Hingga Senin malam, suasana duka masih menyelimuti RSDS Kebumen. Di ruang persemayaman, rasa kehilangan begitu terasa.
Sejumlah pejabat tinggi Pemkab Kebumen, mulai dari Sekda hingga para Kepala OPD, hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Luka Parah dan Jarak Tempuh Jadi Kendala Penyelamatan
“Lukanya cukup parah, ada pendarahan besar. Apalagi perjalanan dari Krakal ke rumah sakit cukup jauh,” ungkap salah satu pihak terkait di lokasi kejadian.
Sosok Almarhum di Mata Warga
Di mata warga sekitar, Mochamad Faik bukan hanya seorang aparat, melainkan sosok yang dikenal ramah dan aktif dalam kegiatan sosial. Kehadirannya selalu memberi energi positif bagi lingkungan.
(*)