RADARTUBAN – Pernah nggak kamu lihat timeline media sosial penuh dengan cuplikan video konser, lalu tiba-tiba ada perasaan “gelisah” karena nggak ada di sana?
Atau mungkin kamu salah satu yang rela war tiket berjam-jam demi bisa nyanyi bareng idola? Fenomena ini bukan sekedar soal musik, tapi sudah jadi potret gaya hidup baru di kalangan Gen Z.
Konser sebagai Bentuk Self Reward Anak Muda
Di satu sisi, banyak Gen Z yang menjadikan konser sebagai bentuk self reward.
Setelah lelah dengan tumpukan tugas kuliah atau target kerja yang nggak habis-habis, nonton konser dianggap sebagai “penyembuh” alias healing paling ampuh.
Bagi mereka, mengeluarkan uang jutaan rupiah bukan soal pamer, melainkan investasi untuk kesehatan mental dan kenangan yang nggak bisa dibeli dua kali.
FOMO di Balik Riuh Sorakan Panggung
Namun, di balik riuhnya sorakan di depan panggung, ada sisi lain yang bernama FOMO (Fear of Missing Out).
Rasa takut dibilang nggak update atau ketinggalan momen seru sering kali jadi motor penggerak seseorang nekat beli tiket meski tabungan lagi mepet.
Akibatnya, konser bukan lagi soal menikmati lagu, tapi soal “yang penting ada fotonya di Instagram.”
Saat Self Reward Beradu dengan Realita Finansial
Misalnya, dua alasan ini sering kali beradu di kepala, self reward itu penting, tapi kalau dilakukan demi menuruti FOMO, ujung-ujungnya malah menjadi beban finansial.
Parahnya, banyak yang rela terjebak pinjol atau menabung ekstrem hanya demi euforia beberapa jam. Di sinilah logika harus tetap jadi “rem” biar nggak kebablasan.
Menemukan Keseimbangan di Tengah Tren
Terus, mana yang lebih baik?
Jawabannya adalah keseimbangan. Menikmati konser sebagai apresiasi diri itu keren banget, asal nggak mengorbankan kebutuhan utama.
Menjadi bagian dari sebuah tren itu wajar, tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri hanya karena takut dibilang kurang gaul.
Euforia Boleh, Kesadaran Tetap Nomor Satu
Anak muda memang masanya mengeksplorasi pengalaman. Tapi ingat, kebahagiaan sejati itu datang dari dalam, bukan dari jumlah like di postingan konser.
Jadi, lain kali ada jadwal konser artis favorit, tanya dulu ke hati kecil: ini beneran pengen nonton buat senang-senang, atau cuma takut ketinggalan zaman? Soalnya, jangan sampai euforia selesai, dompet ikutan kosong. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni