Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Terbongkar di Kamboja, Sindikat Penipuan Online Bangun Kantor Bareskrim Polri Palsu untuk Tipu Korban

Amaliya Syafithri • Jumat, 6 Februari 2026 | 06:29 WIB

Ilustrasi studio polisi palsu di Kamboja dipakai sindikat scam
Ilustrasi studio polisi palsu di Kamboja dipakai sindikat scam

RADARTUBAN – Sebuah kompleks penipuan daring (online scam) di O’Smach, Kamboja, mengejutkan publik internasional setelah ditemukan ruangan yang dibuat menyerupai kantor Kepolisian Republik Indonesia (Polri) palsu.

Temuan ini terungkap pada 4 Februari 2026 melalui laporan otoritas Thailand dan media internasional.

Ruangan tersebut dilengkapi seragam, latar kantor, serta atribut yang menyerupai institusi Polri, meski tidak sepenuhnya identik dengan perlengkapan resmi kepolisian Indonesia.

Modus Penipuan dengan Meniru Aparat Hukum

Studio kantor polisi palsu ini bukan hanya meniru atribut Indonesia, tetapi juga dari beberapa negara lain.

Modus tersebut digunakan sindikat untuk meyakinkan korban bahwa mereka sedang berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Baca Juga: Waspada! 7 Jenis Penipuan Online yang Bikin Kamu Rugi, Jangan Sampai Kecolongan!

Dengan menyamar sebagai polisi, pelaku kerap mengancam atau menekan korban agar mentransfer sejumlah uang dengan dalih proses hukum atau penyelesaian perkara.

Lokasi di Perbatasan Kamboja–Thailand

Menurut laporan Associated Press (AP) yang dikutip Detikcom, kompleks penipuan tersebut berada di kota O’Smach, wilayah perbatasan utara Kamboja dengan Thailand.

Kawasan ini diketahui sempat menjadi basis operasi sindikat penipuan daring lintas negara berskala besar.

Studio palsu tersebut dilengkapi seragam bertuliskan Polri serta perlengkapan lain yang dirancang untuk menciptakan kesan otoritatif di hadapan korban.

Terungkap Usai Militer Thailand Ambil Alih Kompleks

Kasus ini terungkap setelah militer Thailand mengambil alih kompleks tersebut pada 2 Februari 2026, menyusul bentrokan bersenjata di wilayah perbatasan yang berlangsung selama beberapa pekan.

Foto-foto yang beredar menunjukkan kondisi bangunan yang telah kosong, dengan perlengkapan kantor palsu, seragam, serta dokumen yang berserakan di ruangan yang sebelumnya digunakan sindikat penipuan.

Sindikat Scam Kian Terorganisir dan Canggih

Penggunaan studio tiruan aparat hukum menunjukkan betapa terorganisir dan kompleksnya jaringan penipuan daring lintas negara.

Pelaku memanfaatkan panggilan telepon atau video dengan identitas palsu untuk menciptakan ilusi legalitas dan kewenangan.

Temuan ini menjadi perhatian internasional karena memperlihatkan evolusi modus kejahatan digital yang semakin canggih dan sulit dideteksi.

Kerja Sama Internasional Diperkuat

Aparat penegak hukum dari berbagai negara kini meningkatkan kerja sama lintas batas untuk membongkar jaringan scam internasional semacam ini.

Langkah tersebut dinilai krusial guna melindungi masyarakat dari kerugian besar akibat penipuan daring yang menyasar korban di berbagai negara. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Scam #Kantor polisi palsu #thailand #Polri #penipuan daring #kamboja