Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ketahanan Desa dalam Arus Dinamika Pembangunan sebagai Fondasi Kedaulatan Pangan dan Indonesia Emas

Alifah Nurlias Tanti • Sabtu, 7 Februari 2026 | 19:35 WIB
Ilustrasi petani.
Ilustrasi petani.

RADARTUBAN – Kekayaan alam Indonesia adalah anugerah besar yang seharusnya menjadi modal utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Semua itu sesungguhnya bisa dimulai dari desa. Desa menyimpan begitu banyak potensi, terutama sumber pangan yang menjadi kebutuhan dasar manusia.

Di tengah dunia yang kini menghadapi ancaman krisis pangan global, desa memiliki peran penting sebagai benteng ketahanan dan harapan masa depan.

Baca Juga: Cara Membangun Ketahanan Pangan Mandiri, Solusi Rumah Tangga Hadapi Krisis Global

Desa sebagai Fondasi Ketahanan Pangan

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad P. Bolombo, menekankan bahwa cita-cita Indonesia Emas berawal dari Desa Emas.

Menurutnya, desa harus mampu menghadapi berbagai tantangan zaman—mulai dari dinamika pembangunan, arus digitalisasi, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

Semua itu, ujarnya, tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif masyarakat.

“Kunci utamanya ada pada partisipasi warga desa,” tegas La Ode Ahmad P. Bolombo.

Baca Juga: Mengenal Sukun, Roti Tropis yang Disebut BRIN sebagai Solusi Ketahanan Pangan Masa Depan Indonesia

Desa Emas Menuju Indonesia Emas

Pernyataan tersebut kembali ditegaskan La Ode Ahmad dalam Musyawarah Nasional V DPP APDESI yang berlangsung pada November 2025 lalu.

Di forum besar para kepala desa itu, ia mengingatkan bahwa cita-cita besar bangsa tidak bisa dilepaskan dari kekuatan desa.

Pesan ini menjadi penekanan penting agar desa benar-benar siap menghadapi tantangan zaman sekaligus menjadi fondasi menuju Indonesia Emas.

Program Strategis Harus Menyentuh Desa

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa setiap program prioritas dan strategis pemerintah harus benar-benar menyentuh desa.

Ia menegaskan, kedaulatan pangan tidak bisa hanya menjadi wacana di tingkat pusat, melainkan harus dimulai dari desa, lalu mengalir ke kelurahan, kecamatan, hingga akhirnya menopang ketahanan pangan nasional.

“Kedaulatan pangan harus kita dukung dari akar, yaitu desa,” ujar Zulkifli Hasan.

Kesetiaan pada Ideologi dan Keberpihakan pada Rakyat

Zulkifli Hasan juga menegaskan bahwa kemenangan bangsa hanya bisa diraih dengan kesetiaan pada perjuangan, cita-cita, serta ideologi Pancasila dan UUD 1945.

Ia menekankan, keberpihakan kepada rakyat harus dilakukan tanpa kompromi, terutama dalam memastikan desa tidak tertinggal dalam arus pembangunan nasional.

Peran APDESI sebagai Jembatan Aspirasi Desa

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menambahkan bahwa kesejahteraan desa tidak bisa dilepaskan dari peran aktif APDESI.

Yandri menegaskan bahwa Kementerian Desa PDT siap duduk bersama dengan berbagai pihak agar energi positif yang sudah terbangun dapat diwujudkan dalam program kerja nyata di lapangan.

“APDESI hadir sebagai jembatan aspirasi desa, memastikan suara masyarakat bisa sampai ke tingkat pusat dalam kerangka konstitusi. Tujuannya jelas, menjaga hak-hak fundamental warga desa agar tetap terlindungi,” tandasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ketahanan pangan #sumber pangan #La Ode Ahmad P Bolombo #desa