Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Prabowo Klaim Cadangan Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia

M Robit Bilhaq • Minggu, 8 Februari 2026 | 19:05 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto saat pidato di acara Mujahadah Kubra Nahdlatul Ulama.
Presiden Prabowo Subianto saat pidato di acara Mujahadah Kubra Nahdlatul Ulama.

RADARTUBAN - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pengumuman bahwa stok cadangan beras nasional saat ini telah mencapai level tertingginya sepanjang berdirinya negara Indonesia.

Prabowo mengungkapkan Kabar membanggakan tersebut saat hadir di acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur.

Prabowo memberikan penegasan bahwa prestasi ini berhasil diraih setelah pihak pemerintah melakukan pengambilalihan secara menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sektor pangan, terutama pada aspek penyaluran pupuk serta proses produksi di bidang pertanian.

Prabowo berpendapat bahwa penerapan kebijakan yang tepat akan sanggup memperkokoh pilar ketahanan pangan dalam negeri dalam kurun waktu yang tergolong pendek.

Dalam pidatonya pada hari Sabtu, (8/2) Prabowo menyatakan telah membuktikan bahwa segera setelah kepemimpinannya berjalan, pemerintah mampu menjamin distribusi pupuk sampai ke tangan seluruh petani secara merata, memadai, serta dengan harga yang telah diturunkan.

Prabowo juga memberikan sorotan bahwa hasil nyata dari langkah strategis yang diterapkannya tersebut tercermin pada jumlah ketersediaan beras milik pemerintah.

Selain itu, Prabowo juga merasa bersyukur karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, jumlah cadangan beras yang tersimpan di berbagai gudang nasional merupakan yang paling besar dibandingkan masa-masa sebelumnya di republik ini.

Prabowo klaim bahwa Indonesia secara resmi telah meraih status swasembada beras sejak tanggal 31 Desember 2025 yang lalu.

Prabowo juga optimis bahwa kemandirian pangan untuk komoditas strategis lainnya, seperti jagung, akan segera terwujud dalam waktu dekat.

Selain memacu angka produksi, pemerintah juga memusatkan perhatian pada upaya menjaga kestabilan harga serta program perlindungan bagi masyarakat.

Prabowo memaparkan bahwa skema penyediaan makanan gratis saat ini telah dinikmati oleh lebih dari 60 juta orang yang masuk dalam kategori penerima manfaat.

Kurang dari satu setengah tahun, pemerintah telah berhasil menyalurkan program asupan makanan tersebut kepada puluhan juta anak-anak, ibu-ibu, hingga kelompok lanjut usia.

Rencananya, jumlah cakupan penerima bantuan tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap.

Prabowo mematok target agar sebelum penutupan tahun 2026, program ini dapat menjangkau lebih dari 82 juta jiwa, sejalan dengan ambisi pemerintah untuk menekan harga pangan bagi semua lapisan masyarakat.

Prabowo juga menegaskan dedikasi pemerintah dalam membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, mempercepat proses industrialisasi di dalam negeri, serta merealisasikan pembangunan jutaan hunian dengan harga terjangkau bagi warga.

Prabowo yakin bahwa langkah-langkah terintegrasi tersebut adalah bagian dari visi besar untuk mentransformasi Indonesia menjadi negara maju dengan tingkat kemakmuran yang terdistribusi secara adil. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#swasembada #beras #Malang #Indonesia #prabowo