Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Timnas Indonesia U-17 Petik Pelajaran Berharga dari Kekalahan Telak Lawan Tiongkok U-17

Bihan Mokodompit • Senin, 9 Februari 2026 | 19:10 WIB
Timnas Indonesia U-17 saat menghadapi Tiongkok U-17.
Timnas Indonesia U-17 saat menghadapi Tiongkok U-17.

RADARTUBAN - Timnas Indonesia U-17 mendapatkan pelajaran penting setelah menelan kekalahan telak saat menghadapi Timnas Tiongkok U-17 dalam laga uji coba internasional.

Pertandingan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan Timnas Indonesia U-17 menuju Piala Asia U-17 2026 yang akan digelar pada April mendatang.

Laga uji coba internasional itu berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu 8 Februari 2026 malam.

Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan lawan dengan skor mencolok 0-7.

Hasil ini dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi tim jika dibandingkan dengan persiapan yang telah dilakukan sebelumnya.

Pelatih Nova Arianto menyebut performa tim masih jauh dari standar yang diharapkan pada level internasional.

“Secara ekspektasi, hasil pertandingan ini memang jauh dari harapan kami, terutama jika melihat apa yang sudah kami persiapkan sejak sebelum pertandingan. Dari sisi performa, hari ini memang belum sesuai dengan yang kami inginkan,” ujar Nova Arianto dalam sesi jumpa pers usai laga.

Meski demikian, Nova Arianto memahami kondisi tersebut karena sebagian besar pemain baru pertama kali tampil di laga internasional.

Ia menilai pengalaman ini penting untuk membentuk mental dan pemahaman pemain terhadap kerasnya persaingan Asia.

“Saya bisa memahami kondisi ini karena ini merupakan pertandingan internasional pertama bagi para pemain. Kita juga tahu Tiongkok adalah salah satu tim yang sangat baik. Namun saya melihat para pemain sudah berjuang sangat maksimal,” kata Nova Arianto.

Selain faktor pengalaman, Nova Arianto juga menyoroti perbedaan intensitas permainan yang sangat signifikan.

Ia menilai kesalahan kecil yang biasa terjadi di kompetisi domestik bisa berujung fatal di level internasional.

“Secara level dan intensitas, pertandingan ini jelas berbeda. Di EPA, mungkin saat melakukan sedikit kesalahan tim masih bisa bertahan. Tetapi ketika menghadapi lawan seperti Tiongkok, satu kesalahan kecil bisa menjadi masalah besar,” ujarnya.

Tekanan dan pressing dari lawan menjadi aspek yang paling terasa dalam laga uji coba internasional tersebut.

Menurut Nova Arianto, para pemain harus belajar mengambil keputusan cepat saat berada di bawah tekanan.

“Dari sisi permainan, intensitas dan tekanan pertandingan jelas sangat berbeda. Pemain harus belajar bagaimana menghadapi pressing dan keluar dari tekanan. Itu menjadi bagian penting dari evaluasi kami,” katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa uji coba internasional merupakan kebutuhan mutlak bagi pemain usia muda.

Pengalaman bertanding di level internasional dinilai tidak bisa digantikan hanya dengan kompetisi domestik.

“Saya sudah sampaikan bahwa para pemain sangat membutuhkan uji coba internasional. Dari sisi level, memang kita masih cukup jauh untuk tampil di level Asia,” ujar Nova Arianto.

Menjelang Piala Asia U-17 2026, waktu yang tersedia dinilai masih cukup untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

Nova berharap pelatih Timnas U-17 yang baru dapat melakukan evaluasi objektif dari hasil dua laga uji coba internasional ini.

“Dalam masa transisi ini, pelatih yang baru nantinya bisa melihat secara menyeluruh, terutama dari pertandingan hari ini, apa saja yang perlu diperbaiki,” ucapnya.

Evaluasi juga akan mencakup kemungkinan penambahan pemain baru maupun pencarian pemain diaspora.

Seluruh pemain akan mendapatkan kesempatan bermain agar penilaian bisa dilakukan secara adil dan berimbang.

“Kami akan melakukan observasi dari dua pertandingan ini, lalu melihat apakah diperlukan penambahan pemain, mencari pemain diaspora, atau menambah agenda uji coba internasional,” kata Nova Arianto.

Target jangka panjang Timnas Indonesia U-17 tetap mengarah pada pencapaian prestasi di Asia dan dunia.

Nova menegaskan bahwa tradisi lolos ke ajang besar harus terus dijaga.

“Harapannya, para pemain bisa lolos di Piala Asia dan melaju hingga ke Piala Dunia. Tradisi itu harus tetap bisa tercapai,” ujarnya.

Timnas Indonesia U-17 dijadwalkan kembali menghadapi Tiongkok U-17 pada laga uji coba internasional kedua.

Pertandingan tersebut akan digelar di Sport Centre Kelapa Dua, Tangerang, pada Rabu 11 Februari 2026 pukul 18.30 WIB.

Laga kedua ini diharapkan menjadi momentum perbaikan performa sekaligus persiapan penting menuju Piala Asia U-17 2026. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#nova arianto #Timnas Indonesia U-17 #evaluasi #timnas tiongkok #Piala Asia U-17