Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gempa Beruntun Guncang Pacitan, Berikut Penjelasan BMKG Terkait Daerah Rawan Gempa Tersebut

M Robit Bilhaq • Senin, 9 Februari 2026 | 20:10 WIB
Ilustrasi gempa pacitan
Ilustrasi gempa pacitan

RADARTUBAN – Dalam waktu satu bulan ini, kawasan Pacitan telah diguncang oleh dua aktivitas tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,5 serta 6,4.

Rentetan gempa tersebut memicu munculnya kecemasan di tengah warga mengenai kemungkinan adanya ancaman gempa yang lebih dahsyat atau yang dikenal dengan istilah megathrust.

Pacitan Masuk Zona Risiko Tinggi Gempa Besar

Direktur Gempabumi dan Tsunami di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono menjelaskan bahwa wilayah Pacitan adalah bagian dari zona yang memiliki risiko tinggi terhadap guncangan gempa besar di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa.

Pada hari Senin, (9/2), Daryono memaparkan bahwa nama Pacitan kerap muncul dalam catatan sejarah tsunami masa lalu.

Kondisi Geografis Perkuat Potensi Tsunami

Hal ini disebabkan wilayah Pacitan posisinya yang berhadapan langsung dengan zona megathrust Jawa, ditambah dengan kondisi geografisnya yang memiliki banyak teluk dan area pantai yang menyempit, sehingga dapat memperkuat intensitas gelombang yang datang.

Selain itu, letak geografis Pacitan berada tepat di atas bagian lempeng yang melandai (slab), yang mengakibatkan ikatan atau kuncian subduksi di wilayah tersebut menjadi sangat kuat.

Baca Juga: Sepanjang 2025, BMKG Catat 13 Kali Gempa Guncang Kabupaten Tuban

Catatan Sejarah Tsunami di Pacitan

Jika melihat catatan sejarah yang ada, guncangan gempa disertai tsunami besar tercatat pernah menghantam kawasan Pacitan pada tahun 1840 dan 1859.

Tidak Hanya Pacitan, Wilayah Lain di Jatim Juga Terancam

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan bahwa risiko gempa megathrust tidak hanya mengintai Pacitan, tetapi juga wilayah pesisir Jawa Timur lainnya, seperti Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.

Daryono menambahkan bahwa daerah-daerah tersebut berada tepat di depan zona tumbukan antar lempeng di bagian selatan Jawa, dengan potensi gempa yang sangat beragam, mulai dari skala kecil hingga besar.

Penjelasan Teknis Tentang Gempa Megathrust

Lebih jauh lagi, Daryono menjelaskan bahwa megathrust merupakan istilah dalam ilmu geologi untuk menggambarkan gempa bumi berkekuatan masif yang bersumber dari zona subduksi atau tumbukan antar lempeng tektonik.

Di kawasan selatan Jawa, fenomena ini dipicu oleh Lempeng Indo-Australia yang bergerak menyusup ke bawah Lempeng Eurasia, yang berpotensi memicu gempa dengan magnitudo lebih dari 7.

Waktu Kejadian Tidak Bisa Diprediksi

Terkait waktu terjadinya, Daryono menyebutkan bahwa gempa megathrust adalah peristiwa yang tidak dapat dipastikan kapan akan muncul.

Namun, biasanya akan diawali oleh serangkaian gempa kecil yang dapat terdeteksi melalui jaringan pemantauan gempa bumi milik BMKG.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat Pesisir

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur, agar tetap proaktif mencari informasi resmi dan tidak larut dalam kepanikan berlebihan.

Menurut Daryono, pemahaman mitigasi bencana serta kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#megathrust #tsunami #BMKG #pacitan #Gempa