Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bukan Hanya Pacitan, BMKG Peringatkan Potensi Megathrust di 7 Daerah Selatan Jawa Timur

Alifah Nurlias Tanti • Selasa, 10 Februari 2026 | 12:10 WIB
Ilustrasi gempa
Ilustrasi gempa

RADARTUBAN – Dalam sebulan terakhir, warga Pacitan diguncang dua kali gempa cukup besar, masing-masing berkekuatan 5,5 dan 6,4 magnitudo.

Rentetan guncangan ini meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gempa besar atau megathrust di wilayah pesisir selatan Jawa.

Pacitan Termasuk Zona Rawan Megathrust

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa Pacitan termasuk wilayah rawan gempa besar.

“Pacitan sering disebut dalam catatan tsunami masa lalu. Letaknya yang berhadapan langsung dengan zona megathrust Jawa membuat wilayah ini rentan. Bentuk teluk dan pantai yang sempit di sana justru bisa memperkuat gelombang ketika tsunami terjadi,” jelas Daryono, Senin (9/2).

Selain itu, Pacitan diperkirakan berada di atas segmen lempeng yang landai, sehingga tekanan di zona subduksi terasa lebih kuat.

Catatan sejarah menunjukkan wilayah ini pernah diguncang gempa besar yang memicu tsunami pada tahun 1840 dan 1859.

Daerah Lain di Jawa Timur Juga Rawan

Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Daryono menyebut bahwa tidak hanya Pacitan yang rawan, tetapi juga wilayah pesisir Jawa Timur lainnya, yakni Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.

“Wilayah-wilayah ini langsung berhadapan dengan pertemuan lempeng di selatan Jawa. Gempa megathrust bisa muncul dengan kekuatan yang beragam—kadang kecil, kadang sedang, bahkan bisa sangat besar,” jelasnya.

Megathrust dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Daryono menjelaskan bahwa istilah megathrust dalam geologi mengacu pada gempa bumi besar yang terjadi di zona pertemuan lempeng tektonik.

Ia menekankan bahwa gempa megathrust tidak dapat diprediksi waktunya secara tepat, tetapi biasanya diawali dengan gempa kecil sebagai tanda awal.

BMKG memantau gejala ini melalui jaringan pemantauan gempa yang dimiliki.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir selatan Jawa Timur, untuk tetap mencari informasi dari sumber resmi dan tidak panik berlebihan.

Edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan sangat penting agar warga lebih siap menghadapi bencana, terutama di daerah yang sering terdampak gempa megathrust. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#potensi megathrust #megathrust #tsunami #BMKG #pacitan #Gempa #Jawa Timur